5 Perbedaan Garmen dan Konveksi Jelas dan Lengkap

5 Perbedaan Garmen dan Konveksi Jelas dan Lengkap

Perbedaan garmen dan konveksi pada dasarnya sangat jelas. Sayangnya, masih banyak yang awam dan belum mengetahuinya. Mau tahu bedanya? Cek di sini!

Seperti diketahui, kedua istilah ini sama-sama mengacu pada pembuatan pakaian, tas, atau produk sejenis. Namun, terdapat perbedaan mendasar yang menjadikan keduanya berbeda satu sama lain.

Daftar perbedaan garmen dan konveksi yang harus Anda tahu

Daftar perbedaan garmen dan konveksi yang harus Anda tahu

Agar mudah dalam memahami kedua istilah ini, kami rangkum pembedanya dalam beberapa poin. Berikut ini rangkuman perbandingan atau perbedaan keduanya:

1. Kepemilikan usaha

Pada dasarnya, konveksi dan garmen bukan hanya istilah biasa. Keduanya merupakan bentuk usaha yang dijalankan oleh orang atau badan usaha.

Karena merupakan sebuah bisnis, maka jelas ada kepemilikannya sendiri. Garmen merupakan sebuah bisnis yang dikelola oleh banyak orang. Umumnya setiap pos atau tahapan dalam pembuatan produk dipegang oleh manajer-manajer tertentu.

Jelas saja, semua proses yang ada di sini akan berjalan secara teratur sesuai dengan tugas masing-masing.

Sementara itu, konveksi dimiliki oleh perorangan. Dia mempekerjakan beberapa orang untuk membuat produknya jadi dan siap dipasarkan.

Dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan, konveksi terbilang lebih mudah karena hanya satu orang yang akan memerintah. Tidak perlu diskusi panjang dan lama. Keputusan bisa diambil dengan cepat.

Namun, pengambilan keputusan ini akan sulit dilakukan manakala kondisinya memerlukan risiko besar. Dan ini merupakan kelemahan konveksi, di mana dibutuhkan pandangan atau opini dari orang lain supaya keputusannya benar dan tidak terlalu berisiko.

2. Pesanan atau order

Order yang datang pada pabrik garmen adalah pesanan yang jumlahnya sangat banyak atau skala besar. Bahkan sampai belasan atau puluhan ribu. Jenis pesanannya biasanya beragam, ada yang pakaian, celana, baju, atau yang lain.

Sedangkan konveksi memiliki skala yang lebih kecil. Pesanan atau ordernya datang dari perorangan, organisasi, komunitas, atau lembaga tertentu yang membutuhkan seragam dalam jumlah kurang dari 500 pcs.

3. Jumlah pegawai dan gaji di garmen vs konveksi

Perbedaan selanjutnya terlihat pada jumlah pegawainya. Garmen memiliki jumlah karyawan yang sangat banyak. Belasan sampai ratusan ribu orang.

Jumlah pegawai dan gaji di garmen vs konveksi

Sementara untuk konveksi, skalanya lebih kecil. Pegawainya bisa hanya puluhan orang. Ada yang hanya 10 atau maksimal 50 orang.

Orang-orang inilah yang nantinya akan bertugas untuk menjahitkan baju, tas, atau produk lain yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut sesuai dengan pesanan pelanggannya.

Soal gaji, keduanya juga berbeda. Di mana garmen umumnya dikenal dengan gajinya yang lumayan tinggi karena sudah berbentuk badan usaha. Sementara konveksi, upahnya menyesuaikan kemampuan penjahit atau pegawainya.

Bahkan, ada pula konveksi yang sistemnya meminjamkan mesin kepada pegawai untuk dipakai menjahit di rumah mereka masing-masing. Upahnya disesuaikan dengan jumlah produk yang selesai dijahit.

Dengan sistem penggajian seperti itu, akan menjadi keuntungan tersendiri buat Anda yang mau memulai bisnis untuk pemula. Sebab, pengeluarannya bisa disesuaikan dengan jumlah modal yang ada.

Namun, perlu diingat bahwa nominal gaji ini tidak bisa dijadikan patokan secara menyeluruh. Pasalnya, masing-masing daerah punya UMR sendiri-sendiri.

4. Perbedaan garmen dan konveksi mengenai alat yang dipakai

Alat yang dipakai untuk membuatkan produk pada garmen dan konveksi juga ada perbedaan. Garmen yang skalanya lebih besar dan umumnya sudah berbentuk badan usaha, memiliki alat yang jauh lebih canggih. Bisa digunakan untuk membuat pakaian skala besar dalam jangka waktu tertentu.

Sementara konveksi, alatnya cenderung yang biasa saja dan dalam beberapa tahapan masih dilakukan secara manual alias handmade.

Hal semacam ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebab, pemakaian mesin dan pembuatan produk dengan cara handmade akan mempengaruhi kualitas produknya.

Asalkan Anda bisa bekerja sama dengan konveksi terbaik yang punya tim quality control, maka kualitasnya juga dapat dipertanggungjawabkan.

Ini penting, khususnya saat Anda mau membuat produk sendiri seperti ketika memulai bisnis tas buatan sendiri.

5. Target pasar pabrik konveksi dan garmen

Dengan jumlah pesanan yang berbeda sebagaimana disampaikan di atas, tentu target pasar keduanya berbeda.

Konveksi menargetkan untuk bekerja sama dengan organisasi atau lembaga dengan jumlah orang ratusan saja. Sementara garmen mencapai belasan hingga puluhan ribu.

Pabrik ini bisa mengerjakan tas, seragam sekolah, jilbab, baju, kemeja, atau yang lainnya dalam skala kecil menengah. Sementara garmen biasanya melayani pesanan sesama perusahaan.

Itulah beberapa perbedaan garmen dan konveksi yang cukup mendasar dan sangat terlihat jelas. Jika Anda tertarik untuk bekerja sama dengan konveksi tas, kami siap membantu. Tim kami berpengalaman dan sudah ada sistem quality control yang baik untuk menjamin kualitas produk terbaiknya.