Apa Itu Bahan Tas Taiga, Kelebihan, dan Kekurangannya

Apa Itu Bahan Tas Taiga, Kelebihan, dan Kekurangannya

Punya tas berbahan kulit? Bisa jadi, itu adalah bahan tas taiga. Kenali karakteristiknya biar bisa merawatnya dengan baik.

Taiga merupakan salah satu bahan kulit yang saat ini sedang gencar digunakan untuk membuat tas, dompet, hingga sabuk. Oleh karena itu, Anda bisa dengan mudah menemukannya di pasaran.

Jika saat ini Anda sedang butuh tas, maka bag berbahan taiga bisa menjadi pilihan yang pas. Pasalnya, material ini memiliki sejumlah kelebihan yang tidak bisa dianggap enteng.

Di samping itu, jika Anda sudah punya tas berbahan kulit di rumah, silakan cek dulu. Siapa tahu bahannya adalah taiga.

Jika benar demikian, maka Anda perlu tahu cara perawatannya supaya awet dan bisa dipakai dalam jangka waktu lama.

Pada kesempatan ini, kami akan memberikan informasi mengenai apa itu taiga, kelebihan, kekurangan, sekaligus trik perawatannya yang mudah. Selamat menyimak.

Kulit taiga adalah

Kulit taiga merupakan salah satu jenis material yang dikembangkan dari kulit sintetis. Dengan kata lain, taiga tidak menggunakan kulit hewan asli yang kini memang sudah dibatasi/dilarang pemakaiannya.

Kulit ini memiliki karakteristik yang khas sehingga membuatnya mudah dikenali. Berikut ini beberapa karakteristik umumnya:

  • Memiliki permukaan yang agak kasar dengan garis-garis silang.
  • Sebagian permukaannya terasa lembut dan tampak sedikit mengkilap.
  • Sedikit elastis.
  • Terlihat kokoh.

Dengan karakteristik umum seperti di atas, bahan ini cocok dijadikan sebagai bahan tas, dompet, hingga ikat pinggang. Sebab, selain bahannya kuat, tampilan luarnya juga bagus sehingga bisa menunjang penampilan atau fashion Anda.

Karakteristik bahan tas taiga

Karakteristik bahan tas taiga

Sebagaimana dijelaskan di atas, kulit taiga memiliki beberapa karakteristik yang sangat cocok digunakan untuk membuat tas. Lantas, bagaimana kira-kira karakteristik tas yang dihasilkan jika bahannya adalah taiga? Berikut ini ciri-cirinya:

  • Tas yang dihasilkan akan terlihat lebih kokoh.
  • Meski kokoh, tasnya tidak kaku dengan sedikit elastisitas yang membuatnya tetap terasa nyaman dipakai.
  • Tampak luar, tasnya terlihat cantik karena ada efek mengkilap.
  • Terasa lembut saat diraba.
  • Garis-garis silang yang dimiliki kainnya memberikan tekstur tersendiri pada tas tersebut.

Dengan sejumlah karakteristik di atas, tidak heran bila kulit sintetis ini dipilih sebagai bahan oleh sejumlah brand terkenal. Bahkan, Anda bisa menjumpai tas impor berbahan taiga di pasaran.

Pada awalnya, LV adalah brand yang mengenalkan material ini ke pasaran. Kemudian diikuti oleh brandbrand ternama lain.

Dengan seiring berkembangnya zaman, material ini makin dikenal. Hingga kini, bag dengan bahan kulit sintetis satu ini semakin disukai oleh pencinta mode. Anda bisa menemukan berbagai jenis tas dibuat dari kulit ini.

Bahkan, sama dengan kain kanvas yang biasanya dipakai untuk membuat totebag, Anda pun bisa menemukan totebag berbahan kulit sintetis satu ini.

Kelebihan kain taiga untuk tas

Kelebihan kain taiga untuk tas

Untuk mengenali lebih jauh tentang bahan ini, berikut ini kami sampaikan beberapa kelebihannya:

1. Tampak luar terlihat cantik

Kulit ini memiliki tampilan luar yang bagus. Teksturnya lembut dan mengkilap sehingga terlihat mewah saat digunakan sebagai bahan tas. dengan tampilan semacam ini, Anda bisa memadukannya dengan gaya formal hingga santai dengan mudah.

2. Kokoh dan tahan lama

Taiga juga dikenal dengan bahannya yang sangat kokoh atau kuat. Artinya, Anda bisa memakainya untuk membawa banyak barang. Selain itu, dengan kekuatannya yang baik, tasnya akan lebih tahan lama atau awet.

3. Kedap air

Tasnya kedap terhadap air sehingga barang yang ada di dalamnya akan aman. Saat terkena cipratan air pun Anda bisa langsung mengelapnya dengan tisu dan permukaan tasnya akan kembali kering seperti semula.

4. Mudah dibersihkan atau dirawat

Kulit taiga juga mudah dibersihkan. Tak hanya dari air, tetapi juga dari noda-noda lainnya.

5. Harga yang lebih terjangkau

Soal harga, tas berbahan taiga cenderung lebih terjangkau dibanding kulit asli. Anda bisa membeli produknya dengan harga mulai 100 ribuan sampai 500 ribuan. Tergantung ukuran, brand, model, dan jenis tasnya.

Kekurangan bahan tas taiga

Perlu diketahui bahwa kain ini terbilang tidak memiliki kekurangan. Pasalnya, dia memiliki karakter yang menyerupai kulit asli namun dengan perawatan yang lebih mudah. Selain itu, keuntungan lainnya adalah ketersediaannya lebih banyak karena tidak diambil dari kulit hewan sungguhan.

Cara merawat bahan kulit sintetis taiga

Jika Anda memiliki produk berbahan taiga, baik itu tas maupun produk lainnya, maka rawatlah dengan baik. Berikut ini adalah contoh cara merawat tas berbahan taiga:

  • Jika terkena noda, Anda bisa mengelapnya dengan tisu.
  • Supaya mudah, Anda bisa menambahkan minyak kayu putih ke tisu tersebut.
  • Selain tisu dan minyak kayu putih, pembersihan tas juga bisa dilakukan dengan memakai kain basah.
  • Jangan gunakan bahan pemutih.
  • Jangan lupa bersihkan juga furing tasnya.
  • Pastikan untuk menjauhkan tasnya dari noda yang mudah terserap ke dalam kain. Misalnya tinta atau cairan lain yang sulit dibersihkan.
  • Jika ada noda membandel, Anda juga bisa menggunakan sabun bayi kemudian lap dengan kain kering.

Itulah cara mudah merawat bahan tas taiga. Tertarik untuk membuat tasnya? Kami siap membantu. Tim konveksi tas Bandung akan membantu memilihkan kain terbaik kemudian membuatnya menjadi produk berkualitas dengan harga terjangkau untuk Anda.

10 Jenis Bahan Kanvas Tas Terbaik dan Karakteristiknya

10 Jenis Bahan Kanvas Tas Terbaik dan Karakteristiknya

Tahukah Anda kalau bahan kanvas tas itu ada banyak ragamnya? Kenali masing-masing karakteristiknya untuk mendapatkan kualitas terbaik.

Saat ini, kanvas merupakan salah satu jenis bahan tas yang cukup terkenal. Anda bisa dengan mudah menemukan bag berbahan satu ini di pasaran. Baik itu di mall maupun di pasar modern.

Namun, Anda perlu tahu bahwa meski sama-sama disebut tas kanvas, jenis bahannya bisa jadi berbeda. Perbedaan tersebut bisa dilihat langsung dari tekstur kain, ketebalan, hingga pilihan warnanya.

Artikel ini akan membahas tentang material canvas secara detail. Selamat menyimak.

Bahan tas kanvas seperti apa? Ini karakteristik umumnya!

Pada awalnya, kanvas hanya digunakan sebagai media untuk melukis. Seratnya yang tebal dianggap sempurna untuk menggambar sekaligus menyampaikan pesan sebuah seni.

Bahan kanvas tas seperti apa, Ini karakteristik umumnya

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, canvas juga dipakai sebagai bahan dalam pembuatan beberapa produk seperti tas, sepatu, hingga jaket. Bahkan, dia juga dipakai untuk membuat aksesori.

Hal ini membuktikan bahwa pemanfaatan canvas kian luas dengan ketebalan yang sangat pas untuk berbagai macam kebutuhan.

Bahan dasar utama kanvas pada awalnya adalah jerami yang ramah lingkungan. Namun, seiring dengan kebutuhan manusia, canvas kini juga dibuat dari bahan lain seperti linen atau kapas tanpa meninggalkan kualitas terbaiknya, yakni kuat dan tebal.

Khusus untuk material tas, karakteristik umum kanvas adalah:

  • Bahannya kuat.
  • Seratnya memiliki ketebalan yang pas.
  • Motif benangnya terlihat dengan jelas.
  • Terkenal awet atau tahan lama.

Namun seperti yang dijelaskan di atas, kain ini kini sudah terdiri dari beberapa jenis berbeda. Masing-masing punya sedikit perbedaan karakteristik.

Jenis bahan kanvas tas dan ciri-cirinya

Jenis bahan kanvas tas dan ciri-cirinya

Berikut ini adalah beberapa jenis kain canvas yang perlu Anda tahu:

1. Bahan blacu

Blacu merupakan salah satu contoh bahan totebag yang dibanderol dengan harga murah. Bahan ini memiliki karakteristik yang kasar karena status kainnya masih unfinished.

Blacu juga terbilang tidak tebal seperti canvas kebanyakan sehingga kurang kuat. Dengan kata lain, soal kualitas blacu memiliki kualitas yang lebih rendah bila dibandingkan dengan canvas lainnya.

Jika Anda membutuhkan tas dengan harga murah dan mau membuatnya dalam jumlah banyak untuk acara atau keperluan tertentu, maka blacu bisa menjadi material yang dapat diandalkan.

2. Kain marsoto

Jika Anda menghendaki canvas dengan permukaan yang halus, maka marsoto adalah jawabannya. Selain halus, karakter unik lain yang dimiliki oleh marsoto adalah terdapat bintik-bintik pada permukaan kainnya.

Bintik-bintik tersebut membuatnya mirip dengan cordura yang merupakan salah satu bahan tas yang bagus.

Kain marsoto umumnya dibanderol dengan harga yang agak mahal. Meski begitu, harga ini tergolong layak karena kualitas kainnya yang bagus.

3. Bahan kanvas ripstop

Dibanding blacu, ripstop lebih bagus. Ciri khasnya terlihat pada serat berbentuk persegi atau kotak. Bahannya tidak terlalu tebal sehingga kesannya sangat ringan saat dibawa.

Menariknya, bahan ini umumnya memiliki harga jual yang cukup tinggi saat sudah membentuk produk seperti tas hingga pakaian.

4. Kanvas terpal

Terpal merupakan jenis canvas yang memiliki ketebalan paling tinggi dibanding jenis lainnya. Tak heran bila bahan ini pula yang dinilai memiliki kekuatan dan daya tahan terbaik.

Canvas terpal tidak akan bergeming meskipun ditusuk memakai benda yang runcing. Maka dari itu, terpal sangat pas dijadikan sebagai bahan kanvas tas yang membutuhkan kekuatan dan daya tahan terbaik.

Menariknya lagi, selain kuat terpal juga tahan atau kedap air. Sangat aman buat barang yang disimpan di dalamnya.

5. Kain canvas sueding

Sueding merupakan kain yang punya ciri khas dan mudah dikenali. Material ini punya lapisan tipis yang agak berbulu. Selain itu, saat ada benang atau material lain yang lebih ringan, maka material tersebut bisa menempel pada sueding.

Sueding memiliki tekstur yang lembut. Bahannya juga tidak terlalu tebal sehingga tidak hanya cocok buat tas tetapi juga pakaian.

6. Kanvas PE

PE adalah gabungan antara polyester dan katun. Meskipun dibuat dari dua karakteristik bahan dasar yang berbeda, kanvas PE ini cenderung terasa panas saat dipakai.

Menariknya, material ini punya kekuatan yang baik. Selain itu, harganya juga cenderung lebih murah dibanding jenis kain lainnya.

Oleh karena itu, apabila Anda mau membuat tas dalam jumlah banyak dengan daya tahan yang baik, maka kanvas PE bisa jadi solusinya.

7. Bahan kain kanvas ring

Kain ini sedikit lebih tipis dari pada marsoto. Kainnya juga tidak kaku namun tetap kuat dan tahan lama. Dengan karakteristik tersebut, canvas ring sangat cocok dijadikan sebagai bahan tas untuk wanita dan pria.

8. Kain canvas infinity

Bahan ini umumnya digunakan sebagai material pembuat sofa. Namun, semakin ke sini bahannya juga sering dipakai untuk membuat tas. Pasalnya, infinity punya karakteristik yang awet dan kuat.

9. Baby canvas

Ciri khas dari baby canvas adalah memiliki pori-pori yang cenderung lebih kecil dibanding jenis lainnya. Pori-porinya yang kecil dan rapat ini membuat baby canvas terlihat lebih enak dipandang.

Terlebih lagi, kainnya juga lembut dan halus saat dipegang. Sifat bahannya pun tidak kaku sehingga sering menjadi incaran.

Baby canvas ini sangat mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Hal tersebut menjadi nilai tambah dari material ini.

10. Bahan kanvas motif

Kanvas motif merupakan material yang memiliki kualitas terbaik dengan tampilan yang memikat. Bahannya tebal dan kuat dengan tambahan motif yang menarik. Anda bisa memakainya untuk membuat beragam jenis tas, khususnya totebag kece.

Itulah beberapa jenis bahan kanvas tas yang perlu Anda tahu. Untuk mendapatkan kain atau membuat tas berbahan ini Anda bisa langsung menghubungi kami, konveksi tas yang selalu mengedepankan kualitas.

Definisi Furing Tas Adalah dan Beragam Jenis Terbaik

Definisi Furing Tas Adalah dan Beragam Jenis Terbaik

Furing tas adalah bagian penting dalam pembuatan bag. Mari kenali pengertian dan fungsinya agar mudah menentukan jenis kain terbaik.

Furing merupakan sebuah lapisan tambahan yang disematkan pada produk garmen. Tidak hanya tas, Anda juga bisa menemukan lapisan ini pada baju, rok, jaket, dan yang lainnya.

Umumnya, kain yang digunakan lebih tipis dari pada kain utamanya. Maka dari itu, penting sekali buat Anda untuk pandai memilih bahan yang cocok buat furing pada bag.

Pengertian furing tas adalah

Furing tas yaitu lapisan tambahan yang ada pada sebuah tas. Lapisan tambahan ini berupa kain yang biasanya lebih tipis dari pada bahan utamanya.

Pengertian furing tas adalah

Misalnya, Anda membuat totebag. Maka, Anda akan membutuhkan bahan totebag yang bagus sebagai pembentuk utama dari bag tersebut. Kemudian, Anda juga bisa menambahkan kain tipis di bagian dalamnya sebagai furing.

Kedua bahan ini kemudian dijahit menjadi satu supaya membentuk satu kesatuan bag yang tidak hanya indah tetapi juga memiliki fungsi maksimal.

Hal yang sama juga berlaku untuk jenis bag lainnya seperti ransel, tas selempang, handbag, koper, dan yang lainnya. Untuk membuat bags tersebut, Anda tidak hanya butuh satu jenis bahan, melainkan lebih dari itu.

Agar lebih jelas, Anda tentu sering melihat dalam sebuah koper biasanya ada kain tipis yang ada di dalamnya. Material inilah yang langsung bersentuhan dengan benda yang dimasukkan dalam koper. Itulah yang dinamakan furing.

Fungsi furing tas

Pertanyaannya, mengapa memberikan furing pada tas itu penting? Untuk mengetahui alasannya, silakan simak fungsi furingnya di bawah ini:

1. Sebagai lapisan dalam bag dan pembentuk kompartemen berbeda

Sebagaimana diketahui, di dalam sebuah bag terdapat sejumlah kompartemen berbeda yang memiliki ukuran dan fungsi beragam. Ada yang ukurannya besar, ada pula yang kecil.

Kompartemen ini biasanya dibuat dengan furing, bukan bahan utamanya.

Untuk bag berbahan kulit misalnya, di dalamnya ada kain tipis yang membentuk kompartemen kecil untuk membawa atau meletakkan barang.

2. Tas makin rapi

Dalam tas, ada bekas jahitan dari bahan utama yang kadang tidak sedap dipandang mata. Nah, tugas furingnya adalah untuk menutupi kekurangan tersebut dan membuatnya terlihat rapi.

3. Kemudahan dalam perawatan tasnya

Saat ada noda yang ada di dalam bag, Anda cukup membersihkan furingnya yang jelas akan lebih cepat kering karena kainnya yang tipis.

4. Membuat tas yang terlihat lebih tebal

Dengan tambahan lapisan dalam, bag juga akan terlihat lebih tebal dan kuat.

5. Memberikan efek adem

Saat bahan utama tas bersifat panas, furingnya bisa membuat bagian dalam bag terasa lebih adem sehingga saat bersentuhan dengan kulit, tasnya akan terasa adem dan nyaman.

Jenis kain furing untuk tas

Kain furing yang dipakai untuk ransel, koper, dan jenis lainnya umumnya berbeda dengan pakaian. Bila pada pakaian, Anda menemukan kain dalaman dengan ciri yang tipis dan adem, maka pada bag Anda membutuhkan yang punya ciri di bawah ini:

  • Agak tipis (sedikit lebih tebal dari furing pakaian).
  • Kainnya kaku.
  • Umumnya dipilih yang permukaannya bertekstur.

Salah satu jenis kain yang umum digunakan sebagai furing bag adalah kain parasut. Di bawah ini adalah beberapa jenis kain parasut yang bisa Anda gunakan:

  • Tafeta 190T.
  • Parasut super.
  • Parasut diamond.
  • Kain parasut honey cons.
  • Bahan parasut tipis.

Selain parasut, Anda juga bisa pakai kain asahi atau spunbond yang juga bisa dipakai sebagai bahan goodie bag.

Terakhir, kunci dalam menemukan kain furing tas adalah mengenali bahannya. Untuk itu, jika Anda kesulitan mendapatkannya, kami siap membantu. Sebagai konveksi tas Bandung yang berpengalaman, kami sudah melayani banyak pelanggan mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatan, hingga tasnya siap digunakan.

Goodie Bag Adalah dan Perbedaannya dengan Totebag

Goodie Bag Adalah dan Perbedaannya dengan Totebag

Goodie bag adalah istilah untuk menyebut tas hadiah. Kenali definisinya dengan baik agar tidak tertukar dengan totebag karena bentuknya yang hampir sama.

Goodie bag sebenarnya berasal dari istilah “goody bag”. Penulisan goody adalah yang benar secara bahasa. Namun, kata goodie-lah yang dipilih secara umum untuk menyebut tas hadiah ini.

Bentuk tas ini sangat simpel, hampir menyerupai totebag. Tak heran bila banyak yang berpikir bahwa keduanya sama. Padahal, jika dirunut secara detail, keduanya jelas berbeda.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas definisi dari goodybag dan perbedaannya dengan tote bag. Selamat menyimak sampai selesai.

Definisi goodie bag adalah

Sebagaimana dijelaskan di atas, pemakaian istilah goodie bag kini sudah berlaku umum di Indonesia. Istilah ini lebih terkenal dibanding versi aslinya yang benar yakni “goody bag”.

Definisi goodie bag adalah

Goody bag sendiri merupakan istilah dalam bahasa inggris. Diambil dari kata good dan bag yang memiliki arti dasar tas bagus.

Namun, definisi dari istilah goody bag sendiri adalah sebuah tas yang berisi hadiah kecil. Jadi, secara ringkas istilah ini diartikan sebagai tas hadiah.

Bag satu ini umumnya diberikan kepada pengunjung, pemenang hadiah, tamu ulang tahun, tamu pesta tertentu, atau yang lainnya. Di dalam tasnya sudah ada hadiah bagi penerimanya.

Karena fungsinya yang sederhana, bentuk tas ini juga cukup sederhana. Bentuknya persegi panjang dengan tambahan tali pegangan yang ada di kedua sisi tas bagian atas.

Bentuknya yang sederhana ini membuatnya hampir menyerupai totebag, padahal keduanya berbeda.

Perbedaan tote bag dan goodie bag

Perbedaan tote bag dan goodie bag

Untuk memahami lebih detail mengenai goodie bag adalah, berikut ini kami rangkum beberapa poin yang membedakan goody bag dan totebag:

Bahan

Meskipun memiliki bentuk yang sama-sama sederhana, tas hadiah ternyata memiliki bahan yang sedikit berbeda dengan bahan totebag.

Goody bag umumnya dibuat dari bahan-bahan seperti art paper, paper, art carton, hingga bahan non woven seperti spunbond.

Sedangkan bahan totebag jauh lebih variatif. Anda bisa membuatnya dari kain polyester, kanvas, nylon, kain goni, dan yang lainnya. Bahkan, bahan spunbond juga masih bisa dipakai untuk membuat tas jinjing satu ini.

Perbedaan bahan ini berkaitan erat dengan fungsinya. Di mana bahan totebag yang bagus biasanya cenderung kuat dan tahan lama.

Lalu, apa mungkin goody bag berbahan kain? Mungkin saja, asalkan ada permintaan dari pembeli. Biasanya, hal ini dilakukan supaya tas hadiahnya menjadi lebih kuat atau terkesan lebih mahal sehingga bisa menjadi alat branding tersendiri buat perusahaan.

Fungsi

Fungsi dari kedua tas ini juga berbeda. Kalau goodie sudah jelas fungsinya adalah untuk menampung benda kecil yang hendak dihadiahkan atau diberikan kepada orang lain.

Sementara itu, fungsi totebag lebih luas. Anda bisa menggunakan totebag untuk berbelanja, membawa dokumen tertentu, membawa pakaian, atau benda-benda berukuran besar dan berat lainnya. Tentu saja, pemanfaatannya juga harus disesuaikan dengan ukuran tasnya.

Harga goodie bag vs totebag

Perbedaan lain totebag dan goodie bag adalah soal harga. Karena fungsi goody mau dibagikan secara gratis kepada orang lain, maka tentu harganya harus lebih murah dibanding totebag.

Anggaran yang dibutuhkan untuk membuat goodybag tentu harus sedikit. Sebab, umumnya goodybag dibuat dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu oleh satu pemesan.

Sementara totebag memiliki harga yang bervariasi tergantung pada bahan yang digunakan, ukurannya, hingga tipe dan modelnya.

Desain

Soal desain, keduanya juga memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Goody bag yang pada dasarnya hanya berguna untuk memberikan hadiah memiliki desain simpel dan cenderung itu-itu saja. Paling hanya ditambahi sablon yang berisi keterangan atau tulisan pemberi hadiah atau acaranya.

Sementara untuk totebag, desainnya variatif. Anda bisa menemukan desain yang lebih kece, fashionable, dan trendy. Hal ini karena tas ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah untuk memberikan hadiah tetapi juga dipakai untuk jalan-jalan, membawa barang ke kantor, liburan, atau yang lain.

Anda mungkin tidak hanya akan menemukan sablon tulisan di sebuah totebag. Melainkan juga sablon gambar tertentu hingga aksesori kecil yang akan mempercantik tasnya.

Dengan desain semacam ini, Anda pun bebas mau memadukan totebag dengan pilihan baju dan gaya fashion sehari-hari. Mulai dari ke kantor, hangout bersama teman, atau sekedar berbelanja biasa.

Cara pembuatan

Perbedaan yang terbilang mencolok dari keduanya adalah cara pembuatannya. Umumnya, tas hadiah tidak dijahit. Dia cukup dilem atau disatukan memakai mesin pemanas. Tujuannya adalah agar bahannya merekat dengan baik.

Sementara itu, totebag jelas butuh proses jahit oleh tenaga ahli supaya hasilnya bagus.

Namun, proses ini kembali ke pemesan. Jika Anda memang menghendaki tas hadiah yang dijahit, maka sebaiknya komunikasikan dan pesan langsung ke konveksi tas murah. Dengan begitu, fungsi lain goodie bag adalah tidak hanya sebagai tas hadiah tetapi bersifat multifungsi buat penerimanya.

10 Rekomendasi Bahan Totebag yang Bagus, Kuat, dan Tahan Lama

10 Rekomendasi Bahan Totebag yang Bagus, Kuat, dan Tahan Lama

Bahan totebag yang bagus menjadi poin penting bila Anda mau punya tas yang kuat dan tahan lama. Temukan rekomendasi bahannya di sini!

Sebagaimana diketahui, totebag menjadi salah satu jenis tas yang cukup digandrungi karena bentuknya yang simpel dan mudah digunakan.

Anda bisa memakainya untuk membawa barang berukuran besar maupun kecil, berat maupun ringan. Semua barang seolah bisa masuk ke dalamnya.

Tas ini multifungsi. Maka dari itu fungsi tersebut harus ditunjang dengan pilihan bahan terbaik agar tasnya tidak mudah rusak dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pemakainya.

Daftar bahan totebag yang bagus dan recommended

Daftar bahan totebag yang bagus dan recommended

Untuk mendapatkan material totebag terbaik, di bawah ini sudah kami rangkum beberapa pilihan materialnya untuk Anda:

1. Bahan totebag kanvas

Ini adalah kain yang paling terkenal bagus dalam pembuatan totebag. Alasannya, kanvas itu tebal dan kuat sehingga tetap awet meski digunakan sehari-hari.

Bahan totebag kanvas

Selain itu, pilihan warnanya cenderung lebih banyak sehingga model tasnya juga lebih bervariasi. Tak hanya putih, Anda bisa memilih warna-warna netral lain sekaligus warna colorful jika memilih bahan totebag kanvas.

Namun, perlu diketahui bahwa harga kain kanvas cenderung lebih mahal dibanding bahan lainnya.

2. Kain goni untuk tote bag

Bahan totebag yang bagus berikutnya adalah kain goni. Kelebihan dari kain ini adalah harganya yang murah, mudah didapatkan, warnanya netral, dan cukup kuat untuk membawa barang. Selain itu, kain ini juga lebih ramah lingkungan karena terbuat dari serat alami.

Kain Goni untuk tote bag

Kekurangannya adalah warnanya cenderung monoton dengan sedikit pilihan. Selain itu, bahannya juga agak kaku dan kasar.

Jika Anda tidak mempermasalahkan kekurangannya tersebut, maka memilih goni bisa jadi pilihan yang pas. Anda bisa membuat tas yang ukurannya kecil hingga besar dengan harga yang tidak terlalu mahal.

3. Material tote bag kain baby canvas

Sesuai namanya, material ini masih tergolong dalam tipe kain kanvas. Karakteristiknya adalah memiliki serat kain yang tebal dan sifatnya sangat kuat sehingga cocok untuk pembuatan tas.

Pada awalnya, baby canvas digunakan sebagai media untuk melukis. Namun, saat ini sudah banyak ditemukan produk jaket, kemeja pria, sepatu, hingga tas yang terbuat dari kain ini.

Baby canvas memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan kain kanvas biasa. Perbedaan tersebut terletak pada ketebalan bahannya, yang mana versi baby canvas cenderung lebih tipis. Meski begitu, dia tetap menjadi bahan totebag yang bagus karena ketebalannya tergolong pas dan tidak terlalu tipis.

Selain ketebalannya, kelebihan lain yang dimiliki oleh baby canvas adalah awet, tidak mudah robek, tekstur kainnya lembut, lebih tebal dibanding baloteli, tidak mudah kusut, tidak mudah lusuh, dan memiliki pori-pori kain yang padat atau kecil.

4. Bahan blacu tote bag

Blacu menjadi salah satu kain yang cukup bisa diandalkan untuk membuat tote bag. Khususnya untuk tas-tas yang biasanya digunakan sebagai suvenir.

Pasalnya, kain blacu memiliki harga yang relatif murah bila dibandingkan dengan kanvas dan baby canvas. Artinya, membuat suvenir berbahan blacu dalam jumlah banyak tetap akan menghemat anggaran.

Jika Anda tertarik untuk memakai blacu, maka perlu diketahui bahwa kain blacu pada dasarnya terbuat dari kapas. Hanya saja, dia memiliki permukaan yang cenderung kasar dan lebih tipis.

Pilihan warna kain blacu masih murni, netral, dan tidak terlalu mentereng sehingga Anda bisa memakainya dengan leluasa. Bisa dipadukan dengan gaya berpakaian apa saja.

Menariknya lagi, kain ini terbilang lebih ramah lingkungan dan lebih mudah didaur ulang. Maka dari itu, tak heran bila blacu menjadi material untuk membuat beragam produk seperti pouch, drawstring, hingga taplak meja.

5. Bahan denim untuk totebag

Denim ternyata tidak hanya cocok dibuat jadi celana dan jaket saja, melainkan juga bisa menjadi salah satu bahan tas yang bagus dan direkomendasikan.

Material ini dikenal dengan kainnya yang tebal dan kuat sehingga akan menghasilkan totebag yang kuat dan tahan lama. Soal pilihan warna, denim punya opsi warna-warna netral seperti biru, donker, hitam, dan sejenisnya.

Menariknya lagi, totebag berbahan denim juga terlihat kekinian dan bisa memberikan kesan keren pada penampilan Anda.

6. Tote bag bahan spunbond

Spunbond merupakan nama lain dari polypropylene. Kain satu ini sering dipakai untuk menggantikan plastik dan kertas untuk membuat tas belanja (shopping bag), suvenir, hingga goodie bag.

Selain itu, spunbond juga digunakan untuk membuat tutup kepala, masker, hingga disposable diapers karena bahannya yang dikenal higienis.

Kain ini dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan beratnya yang sekaligus menjadi pembeda ketebalannya. Versi paling tipisnya yang sering digunakan untuk membuat masker dan penutup kepala memiliki berat 25 sampai 50 gram.

Sementara ukuran sedang yang memiliki berat 55 sampai 75 gram sering dipakai untuk membuat goodie bag. Selanjutnya, ada varian 100 gram yang merupakan versi paling tebal. Versi ini umumnya dipakai untuk membuat tas yang dipakai untuk membawa barang-barang berat.

7. Totebag bahan drill

Kain drill merupakan bahan yang punya tekstur pintalan miring atau diagonal dengan jalinan benang yang kuat.

Kain ini masuk dalam keluarga katun. Ada yang terbuat dari katun murni atau 100% katun, ada pula yang dicampur dengan bahan lain seperti polyester.

Bahan ini tersedia dalam beberapa varian, di antaranya adalah american dan japan drill. adapun karakteristik umumnya adalah kuat, tidak mudah robek, tidak mudah kusut, teksturnya lembut, permukaan dan bagian dalamnya berbeda.

8. Tote bag bahan polyester

Polyester juga bisa menjadi pilihan Anda saat mau membuat totebag. Selain harganya yang murah, polyester merupakan bahan yang tahan air. Anda tinggal mengelapnya saja bila sewaktu-waktu terkena gerimis atau air.

9. Material twill

Twill merupakan salah satu jenis kain drill. Bahan ini sangat direkomendasikan, baik di dalam maupun luar negeri. Sama dengan drill, kain ini juga punya pola garis diagonal atau melintang.

Karakteristik bahan ini adalah teksturnya sangat khas sehingga mudah dikenali, tenunannya rapat, lentur, teksturnya lembut, kuat, tahan lama, dan adem.

Selain itu, berbeda dengan nylon untuk tas yang tidak menyerap keringat, bahan ini justru mudah menyerap keringat.

Twill merupakan bahan yang multifungsi. Selain tas, Anda juga bisa membuat kemeja atau pakaian lain. Namun, perlu diketahui bahwa pilihan warnanya tidak terlalu banyak. Hanya warna-warna soft saja. Baiknya, warna twill tergolong awet dan tidak mudah pudar.

10. Scuba atau neoprene

Scuba juga dikenal dengan sebutan neoprene. Bahan ini dikenal dengan elastisitasnya yang tinggi. Kainnya tebal, tidak tembus pandang, dan tahan terhadap air. Itulah yang membuatnya makin cocok dipakai dalam pembuatan tas.

Selain totebag, Anda bisa membuat jenis tas lain dengan scuba atau neoprene. Di antaranya tas laptop, strap kamera, dan yang lainnya.

Sekarang, Anda sudah tahu beragam pilihan bahan totebag yang bagus. Kalau mau membuat tasnya sekarang dengan jahitan dan servis terbaik, konveksi tas Bandung siap membantu dari awal sampai tasnya siap digunakan.

Bahan Nylon untuk Tas, Apakah Bagus? Cek Di Sini!

Bahan Nylon untuk Tas, Apakah Bagus? Cek Di Sini!

Ada banyak produsen yang memakai bahan nylon untuk tas, termasuk merek branded. Apakah material ini bagus? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Simak dalam artikel ini.

Sebagaimana diketahui, nylon memang menjadi salah satu jenis kain yang sering dipakai dalam berbagai macam pembuatan produk garmen. Tak terkecuali tas.

Material ini dikenal dengan harganya yang cukup murah. Karena harganya yang murah itulah produk yang dihasilkan pun bisa dibanderol dengan harga terjangkau.

Jelas, ini membuat produk akhirnya bisa dijual ke berbagai kalangan yang membutuhkan tas sesuai dengan budget mereka.

Nah, apabila Anda tertarik untuk menjadikan material ini sebagai bahan untuk tas, maka ketahuilah karakteristik, jenis, hingga kelebihan dan kekurangannya.

Karakteristik bahan nilon

Nilon merupakan bahan sintetis yang terbuat dari minyak bumi. Material ini bisa dicampurkan dengan bahan fiber lain untuk menghasilkan jenis kain baru.

Karakteristik bahan nilon

Nah, Sebelum membahas lebih jauh mengenai kelebihannya dalam pembuatan tas, akan lebih baik jika Anda mengenali dulu bagaimana karakteristik umum dari kain nilon. Di bawah ini adalah rangkuman karakteristiknya:

  • Bahannya ringan.
  • Sifatnya Kuat.
  • Seratnya tidak menyerap air.
  • Seratnya halus.
  • Kainnya cepat kering.
  • Bisa menahan kotoran dengan baik.
  • Tidak mudah robek.
  • Mudah dibentuk.
  • Mudah dicuci.
  • Permukaannya sedikit mengkilap.
  • Bahannya cukup panas.
  • Teksturnya kadang terasa kasar saat bergesekan dengan bahan lain.

Itulah beberapa karakteristik utama dari bahan nylon untuk tas. Agar bisa memahaminya dengan lebih jelas, kami akan membahas kelebihan dan kekurangannya di bawah ini.

Kelebihan kain nilon untuk tas

Berikut ini kelebihan kain nilon saat dipakai menjadi material dalam pembuatan tas:

1. Cepat kering

Mempunyai tas yang keringnya lama memang kadang menyusahkan. Betapa tidak, tas yang dibutuhkan setiap hari terkadang tidak siap pakai hanya karena masih basah atau kering tapi meninggalkan bau tidak sedap akibat kurang kering ketika dijemur.

Nah, dengan bahan nilon Anda bisa menghindari hal tersebut. Pasalnya, serat bahan nilon tidak mudah menyerap air dan dia cepat kering. Saat terkena hujan, barang yang ada di dalam tas akan tetap aman. Sementara saat dicuci, tasnya akan mudah kering sehingga siap untuk digunakan.

2. Tahan lama atau awet

Nilon juga dikenal dengan kekuatannya yang baik sehingga saat digunakan sebagai bahan tas akan memberikan kekuatan yang sama. Artinya, tasnya akan lebih awet dan tahan lama. Bahkan, ada pula yang secara khusus memilih nilon untuk membuat strap atau tali tas.

3. Bahannya kuat tapi ringan

Sebagaimana disampaikan di atas, kekuatan nilon sangat baik sehingga tahan lama. Baiknya lagi, kekuatannya yang baik itu diimbangi dengan bobot yang ringan.

Dengan kata lain, bahan nylon untuk tas memang terbilang bagus. Selain bisa mendapatkan produk yang awet, produknya juga tidak akan bikin repot. Anda bisa membawa tasnya dengan mudah. Tidak akan capek meskipun tasnya berisi barang banyak.

4. Mudah dibentuk

Bahan ini mudah dibentuk sehingga Anda bisa mendapatkan berbagai macam desain tas kekinian.

5. Mudah dicuci dan dirawat

Sebagaimana disampaikan di atas, material ini aman dari kotoran dan benda asing dari luar. Selain itu, dia juga mudah untuk dicuci dan dibersihkan.

Artinya, tas berbahan nilon tidak akan menyusahkan Anda. Tak perlu sering dicuci dan kalau pun dicuci, tasnya akan mudah kering.

Kekurangan kain nylon untuk tas

Sebagai bahan pertimbangan saat hendak memilih nilon untuk membuat tas, Anda juga perlu tahu beberapa kekurangan di bawah ini:

1. Mudah terbakar

Kain ini cukup mudah terbakar. Pasalnya, bahan dasar pembuatnya adalah minyak bumi sehingga tidak direkomendasikan untuk disetrika dalam suhu yang cukup tinggi. Bila dipaksakan disetrika dengan suhu tinggi, kainnya bisa jadi lengket.

2. Tidak menyerap keringat

Sudah dijelaskan di atas bahwa nylon memiliki karakteristik yang cukup panas. Ini akibat dari kemampuannya dalam menyerap keringat dan sirkulasi udaranya yang kurang bagus.

3. Panas dan tidak tahan terhadap sinar matahari

Perlu diketahui bahwa nilon tidak tahan terhadap sinar matahari. Akibatnya, warnanya akan mudah berubah jika sering terpapar sinar matahari.

Bahan nylon untuk tas vs bahan lainnya

Bahan nylon untuk tas vs bahan lainnya

Dilihat dari karakteristik umumnya di atas, bahan ini memang tampak sama dengan bahan lainnya. Oleh karena itu, di bawah ini kami buat rangkuman perbedaannya dengan material lain seperti polyester dan kanvas:

Bahan tas polyester vs nylon

Ada banyak orang yang kesulitan membedakan nilon dengan polyester. Untuk memahami lebih detail mengenai karakteristik keduanya, berikut ini perbedaannya:

  • Polyester biasanya lebih mudah kering dibanding nilon.
  • Soal berat, nilon lebih ringan.
  • Polyester tidak mengkilap, sementara nilon terlihat memiliki permukaan yang mengkilap.
  • Polyester lebih tahan panas dari pada nilon.
  • Nylon juga dikenal tidak waterproof, sementara polyester tidak tembus air dan cenderung lebih tebal.

Selain poin di atas, masih ada perbedaan lain. Salah satunya adalah varian polyester dan nilon. Yang mana, salah satu jenis polyester adalah dinir.

Bahan nilon vs kanvas

Selain polyester dan nilon, kanvas juga sering dipakai sebagai bahan tas. Lantas, apa bedanya kain nylon dengan kanvas? Lebih bagus bahan nilon atau kanvas? Berikut rangkumannya:

  • Kanvas dikenal dengan karakteristiknya yang kaku dan tebal. Tidak lentur seperti nylon.
  • Kain kanvas juga multifungsi dengan harga yang sangat murah.
  • Material kanvas terdiri dari berbagai macam jenis. Beberapa di antaranya ada yang waterproof. Hal ini jelas berbeda dengan nilon.

Agar lebih mudah membedakan keduanya, Anda perlu menggarisbawahi bahwa kanvas punya karakteristik yang tebal dan kaku. Jadi, dia lebih cocok dijadikan sebagai bahan sepatu, topi, atau tas-tas tertentu yang memang butuh sifat kaku.

Sementara contoh tas bahan nylon bisa dilihat pada ransel sekolah, tas selempang, tas pundak, dan yang lainnya. Material ini biasanya juga dipakai untuk membuat pakaian.

Jenis bahan nylon untuk tas

Jenis bahan nylon untuk tas

Perlu diketahui bahwa nylon terdiri dari beberapa jenis berbeda. Masing-masing tipe tersebut punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Lebih jelas, silakan simak ulasannya di bawah ini:

Nylon 6 dan 6,6

Ini adalah dua jenis bahan nylon untuk tas yang sering dijumpai di pasaran. Keduanya digunakan secara bergantian meskipun memiliki beberapa perbedaan karakteristik bila dirinci.

Salah satu perbedaannya terlihat pada ketahanannya terhadap panas. Yang mana versi 6,6 dikenal memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap panas bila dibandingkan dengan versi 6.

Sementara itu, versi 6 dikenal dengan elastisitasnya yang sangat baik dan kekuatannya yang tahan banting.

Selain perbedaan tersebut, keduanya secara umum punya karakteristik yang hampir sama seperti karakteristik utama yang dimiliki oleh nylon. Yang mana keduanya jelas tidak bisa menahan air atau tidak waterproof.

Nylon ripstop

Nylon ripstop merupakan salah satu jenis bahan tas yang bagus dan sering dipilih oleh sebagian besar orang. Material ini bukan murni nylon, melainkan gabungan dari serat 6, 6.6, dan serat lain yang berfungsi untuk menambah karakteristik dan kelebihannya.

Misalnya dengan menambahkan serat yang anti air sehingga kainnya nanti jadi lebih waterproof.

Selain jenis tersebut, masih banyak lagi jenis bahan nylon untuk tas lainnya. Maka dari itu, agar Anda tidak bingung saat mau memilih, percayakan langsung pada kami selaku konveksi tas berpengalaman. Kami akan memilih bahan sekaligus menciptakan tas terbaik buat Anda.

10 Bahan Tas yang Bagus (Bimo, Cordura, Polyester, Dinir, Kanvas, Denim, Taiga, Micro, Baby Ripstop, Dolby)

10 Bahan Tas yang Bagus (Bimo, Cordura, Polyester, Dinir, Kanvas, Denim, Taiga, Micro, Baby Ripstop, Dolby)

Cari rekomendasi bahan tas yang bagus? Tenang, ada banyak pilihan material yang dapat Anda masukkan ke dalam list. Tinggal disesuaikan saja dengan budget, spesifikasi, dan kualitas yang diperlukan. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan tas yang diimpikan.

Nah, salah satu material tas yang terkenal adalah dinir. Bahan ini memiliki karakteristik dan kelebihannya sendiri. Demikian juga dengan bahan-bahan lainnya.

Maka dari itu, penting buat pembeli untuk mengenali masing-masing bahan dengan cermat agar bisa mendapatkan tas dengan kualitas terbaik.

Untuk membantu Anda, kami akan memberikan rangkuman ulasan beberapa opsi bahan yang bagus untuk membuat bag. Selamat menyimak sampai selesai.

Rekomendasi bahan tas yang bagus (bimo, cordura, polyester, dinir, kanvas, denim, taiga, micro, baby ripstop, dolby)

Dalam mencari material untuk membuat tas, Anda perlu mempertimbangkan fungsi atau peruntukannya. Artinya, ketahui dulu bahan tersebut mau dipakai untuk membuat tas jenis apa. Sebab, lain material lain juga pemakaiannya.

Rekomendasi bahan tas yang bagus (bimo, cordura, polyester, dinir, kanvas, denim, taiga, micro, baby ripstop, dolby)

Bahan-bahan yang tipis misalnya, lebih cocok dipakai untuk membuat pouch, tas kosmetik, hingga soft case. Sementara untuk membuat ransel, backpack, hingga koper, Anda membutuhkan bahan yang cenderung lebih tebal sehingga bisa memuat lebih banyak barang secara kuat dan kokoh.

Adapun contoh material yang bisa Anda masukkan list rekomendasi adalah bimo, cordura, polyester, dinir, kanvas, denim, taiga, micro, baby ripstop, dan dolby.

Material-material tersebut sudah sangat terkenal dalam pembuatan tas dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan banderol harga yang berbeda pula.

Berikut ini rangkuman ulasan mengenai masing-masing bahan di atas:

1. Bimo

Bimo merupakan salah satu bahan tas yang bagus dan termasuk dalam tipe cordura. Umumnya, material ini digunakan untuk membuat tas selempang, ransel, hingga carrier.

Bimo memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya adalah bisa digunakan sisi dalam dan luarnya sekaligus, daya tahannya tinggi, lentur dan tidak kaku, tahan air, tidak mudah sobek, dan yang terpenting ringan.

Itulah yang menjadi alasan kenapa Bimo menjadi material yang disukai banyak produsen tas.

Sama dengan jenis bahan lainnya, Bimo pun dibagi ke dalam beberapa kategori berbeda. Variannya dibedakan dengan angka tertentu. Anda perlu memilih dengan cermat saat membeli bahannya disesuaikan dengan jenis tas yang hendak dibuat.

2. Cordura

Cordura merupakan bahan yang terbuat dari campuran katun, nylon, dan polyester. Material ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya adalah kuat dan daya tahannya sangat baik.

Material tas Cordura

Saat ini, ada banyak sekali jenis kain cordura di pasaran. Salah satunya yang dikenal dengan nama nylon 1000D di pasaran. Lebih detail, cordura terbagi ke dalam tiga jenis bahan yakni versi biasa, nylon, dan 1000.

Untuk mengenalinya, secara umum karakteristik cordura adalah bahannya tebal sehingga tidak menerawang, anti air atau waterproof, teksturnya kasar, bahan kainnya panas, serat kainnya rapat dan tampak halus, dan ringan.

Dengan karakteristik tersebut, cordura menjadi salah satu bahan tas yang bagus dan populer di kalangan masyarakat.

3. Polyester

Polyester merupakan jenis kain yang sangat terkenal. Material satu ini digunakan pada hampir seluruh produk garmen. Sebut saja baju, rok, hingga celana dalam, semuanya menggunakan bahan ini dalam pembuatannya.

Bahan tas Polyester

Selain produk garmen tersebut, ternyata tas juga menjadi salah satu produk berbahan polyester yang kini makin banyak diminati.

Alasan utamanya jelas, polyester merupakan material dengan harga yang cenderung miring atau murah. Dengan material yang harganya murah, maka dihasilkan produk akhir siap pakai yang murah pula.

Permintaan pun bisa meningkat hanya karena harga yang terjangkau ini.

Selain karena harganya, karakteristik kain polyester juga bisa diandalkan sebagai bahan tas yang bagus. Hal ini karena polyester merupakan material yang punya ketahanan baik terhadap panas.

Soal kekuatan, polyester memang kurang baik. Namun, untuk menyiasati hal tersebut kini sudah ada polyester berlapis PVC yang akan memastikan produk akhir yang dibuat tetap kuat, kokoh, dan tahan lama.

Selain itu, polyester juga memiliki kelebihan dalam hal warna. Di mana ada banyak sekali pilihan warnanya, dari yang netral sampai yang colorful dan mencolok. Itu artinya, lebih mudah memilih bahan ini untuk membuat tas guna disesuaikan dengan tema fashion calon pembeli.

Jika Anda mau memilih polyester sebagai bahan tas, maka silakan sesuaikan jenis tasnya dengan baik. Pilihlah jenis tas yang tidak memerlukan bahan tebal dan kuat.

4. Dinir

Dinir atau dinier merupakan salah satu material yang masih termasuk dalam keluarga polyester. Artinya, dia memiliki sifat polyester yang ringan dan harganya murah. Bedanya, dinier ini sudah ditambahi dengan spesifikasi yang lebih baik sehingga tahan lama.

Dinir dibagi ke dalam beberapa varian. Untuk membedakan variannya, digunakan angka seperti 300, 600, 1682, 1050, dan yang lainnya.

Masing-masing angka tersebut menunjukkan karakteristik yang berbeda. Semakin tinggi angkanya, semakin tebal pula bahan dinirnya.

Maka dari itu, penggunaan masing-masing kain juga berbeda satu sama lain. Jika Anda mau membuat pouch atau tempat HP, silakan pilih yang 300D. Sementara untuk membuat ransel yang butuh bahan tebal, pilihlah yang digitnya lebih tinggi.

5. Kanvas

Bahan kanvas ini juga dikenal dengan katunnya tas. Material ini punya banyak sekali kelebihan sehingga masuk dalam salah satu bahan tas yang bagus dan direkomendasikan.

Bahan tas Kanvas

Di antara kelebihan yang dimiliki material ini adalah bisa dicuci, tahan lama, kuat, dan fleksibel. Selain itu, kanvas juga tidak rewel saat dijahit. Pasalnya, bahan ini sangat mudah dijahit. Anda tidak perlu bingung mencari jarum atau benang yang sesuai hanya untuk menjahitnya.

Saat sudah jadi tas pun, pihak pembeli bisa memperbaikinya jika memang terjadi sedikit kerusakan. Ini menjadi daya tarik tersendiri karena bisa menambah minat pembeli untuk membeli tasnya.

Terlebih lagi, material kanvas ini juga memiliki banderol harga yang sangat terjangkau sehingga mudah untuk melakukan penjualan saat produk tasnya sudah jadi.

Adapun contoh tas yang dibuat dari bahan katun atau kanvas adalah totebag, shopper bag, dan yang lainnya.

Sebagai catatan, kanvas terdiri dari beberapa varian berbeda. Di antaranya adalah marsoto, blacu, baby kanvas, sueding, ripstop, hingga kanvas PE. Masing-masing punya sedikit perbedaan jadi Anda harus teliti sebelum membeli.

6. Denim

Denim ternyata tidak hanya bagus untuk dijadikan bahan pembuat celana, kemeja, dan jaket saja. Material ini ternyata juga menjadi salah satu bahan tas yang bagus.

Alasannya, denim memiliki ciri khas yang kuat dan tahan lama. Selain itu, denim juga bisa dipakai untuk membuat produk yang cocok buat segala acara, baik formal maupun non formal.

Bahan tas Denim

Dengan memakai bahan ini, pihak konveksi akan mendapatkan produk yang terbilang multifungsi dan tahan lama. Nah, agar makin kece, umumnya bahan denim dikombinasikan dengan bahan lainnya.

Saat dikombinasikan dengan material lain, denim akan menjelma sebagai material yang keren dengan kesan yang berbeda. Anda bisa membuat tasnya terlihat hanya modern, modern dengan sentuhan klasik, atau justru sangat klasik.

Yang jelas, saat dipakai, denim akan memberikan kesan kokoh, kuat, sekaligus elegan dalam satu waktu.

7. Taiga

Taiga merupakan bahan tas dari kulit sintetis yang aman atau kedap air. Bahannya sangat kokoh namun elastis, mudah sekali dirawat dan dibersihkan.

Karakteristik ini tentu saja sangat menguntungkan saat dipakai ke dalam sebuah tas. Maka tak heran bila taiga menjadi salah satu bahan tas yang bagus dan direkomendasikan.

Salah satu ciri khas dari taiga adalah permukaannya yang sedikit kasar dengan bentuk garis-garis silang dengan tampilan yang sedikit mengkilap dan sedikit lembut.

Karena keistimewaannya, banyak sekali merek branded yang memakai taiga sebagai bahan pembuat tas mereka. Bahkan, Anda bisa menemukannya dalam tas-tas impor. Dengan kata lain, taiga memang sangat recommended dan dikenal sangat awet.

8. Micro

Micro adalah salah satu jenis kain microfiber yang sangat bagus. Tipe material ini terbentuk dari polyester dan nylon (polyamide) dengan rasio 4:1. Artinya, 80% bahannya adalah polyester sementara 20%-nya merupakan nylon.

Yang menjadi kelebihan penting dari bahan ini adalah mudah kering sehingga sangat pas untuk dijadikan tas.

Selain mudah kering, karakteristik lain yang dimiliki oleh micro adalah mampu menyerap air dengan lebih baik dan memiliki tampilan yang terlihat halus.

Adapun ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh micro adalah seratnya kecil, terasa licin saat dipegang, tipis seperti parasut, sifatnya jatuh, mengkilap di salah satu sisi dan sisi lainnya redup atau dop.

Dengan sifat semacam itu, micro tidak hanya dipakai untuk membuat tas saja, tetapi juga setelan seragam olahraga, jaket olahraga, hingga jaket klub, dan lain-lain.

Namun, perlu diketahui bahwa bahan micro terdiri atas beberapa tipe, yakni micro bintik, micro TR, hingga microfiber dan ripstop.

9. Baby ripstop

Sebagian besar konveksi tas menggunakan baby ripstop untuk membuat produk mereka. Hal ini wajar mengingat material ini merupakan gabungan antara beberapa bahan seperti kapas, polyester, sutra, nilon, dan polypropylene.

Di antara kelima bahan dasar tersebut, nilonlah yang paling mendominasi. Tak heran bila baby ripstop juga sering disebut dengan nama nylon baby ripstop.

Filamen material ini sangat rapat dan halus. Selain itu, pada sisi dalam kainnya terdapat lapisan karet rapat yang bertugas untuk menahan air supaya tidak tembus ke dalam.

Pola seratnya disusun secara unik sehingga kainnya tidak mudah sobek. Artinya, baby ripstop memang sangat pas dipakai sebagai bahan pembuat tas.

Baby ripstop dikenal dengan teksturnya yang kotak-kotak dengan selingan benang yang berukuran besar. Selain itu, dia juga dikenal sangat ringan sehingga nyaman dipakai sebagai bahan tas yang bagus. Istimewanya lagi, selain tahan air, baby ripstop juga tahan api.

10. Dolby

Dolby merupakan material polyester yang dikenal paling premium. Tak heran bila dolby dipilih sebagai kain untuk membuat ransel hingga tas fitness.

Adapun karakteristik dolby adalah memiliki tekstur yang wrinkle free, tahan terhadap air, tebal, dan tear resistant. Selain itu, dolby juga dikenal tidak panas, tidak berbulu, dan mengandung satin.

Soal harga, dolby ini memang cukup mahal karena memang secara karakteristik sangat istimewa dan berkualitas.

Itulah beberapa pilihan bahan tas yang bagus dan bisa Anda pilih saat membuat tas pribadi. Jika Anda mau membeli bahan atau membuat tasnya sekarang, Kami sebagai konveksi tas murah berkualitas siap membantu memberikan servis terbaik.

Pengertian Bahan Dinir Adalah, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan

Pengertian Bahan Dinir Adalah, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan

Bahan dinir adalah salah satu material yang cukup recommended dalam pembuatan tas. Mari kenali definisi, contoh, kelebihan, dan kekurangannya untuk memudahkan Anda dalam memilih produk terbaik.

Dinir atau kadang ditulis dinier atau dinnir merupakan salah satu bahan yang cukup sering dipakai dalam pembuatan tas. Karakternya yang kuat serta harganya yang terjangkau menjadi alasan mengapa bahan ini sangat dikenal.

Perlu diketahui bahwa dinnir terbagi ke dalam beberapa jenis. Masing-masing jenis memiliki ciri dan ketahanannya sendiri.

Pada kesempatan ini, kami akan memberikan ulasan mengenai pengertian hingga kelebihan dan kekurangan bahannya. Selamat menyimak sampai selesai.

Apa itu dinier? Bahan dinir adalah

Bahan dinir adalah salah satu jenis kain yang masih termasuk dalam tipe polyester. Produk ini mudah ditemukan di pasaran karena tingkat permintaan dan pemakaiannya yang tinggi.

Apa itu dinier Bahan dinir adalah

Ada banyak alasan yang menyebabkan produk ini begitu diminati masyarakat, baik oleh produsen tas maupun end-user. Di antara alasannya adalah jenis bahannya yang beragam dengan harga yang terjangkau.

Artinya, baik produsen maupun konsumen end-user bisa membeli bahan yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka secara lebih leluasa.

Terlebih lagi, pilihan warna tasnya juga sangat beragam sehingga memudahkan produsen dalam membuat produk yang beragam untuk para konsumennya.

Saat dipakai untuk membuat tas pun kain berbahan dasar polyester ini juga memiliki karakter yang kuat. Bahkan, bahannya sering kali dipakai untuk membuat ransel atau backpack.

Sebagai informasi, pembagian jenis material dinier ini ditulis dengan kode D diikuti angka tertentu, yakni D 300, D 1682, D 420, D 1680 double, D 1680 single, D 600, dan yang lainnya.

Masing-masing jenis punya karakter yang sedikit berbeda dengan jenis lainnya. Namun, untuk mempermudah perbedaannya, Anda bisa melihat angka di belakang huruf D-nya. Semakin tinggi angka yang dicantumkan, maka semakin kuat dan tahan lama pula kainnya.

Pemakaian jenis kain tersebut umumnya juga berbeda. D 300 misalnya, dikenal tipis sehingga lebih cocok dipakai untuk tas kosmetik atau pouch. Jenis ini umumnya tidak digunakan dalam pembuatan ransel meski ada yang memakainya khusus pada ransel-ransel tipis.

Contoh tas bahan dinir

Untuk memperdalam pengetahuan tentang bahan dinir, berikut ini rangkuman contoh tas bahan dinir untuk Anda:

Dinir Soft (D 300)

D 300 merupakan salah satu jenis yang cukup sering dijumpai di pasaran. Jenis bahan ini umumnya disebut Dinir Soft. Pemakaiannya adalah untuk membuat tas model selempang, goodie bag, travel bag, hingga ransel tipis.

Contoh tas bahan dinir - Dinir Soft (D 300)

Cirinya adalah berserat kecil, tahan lama, dan susah dirobek.

Dinir D 1682

Sesuai dengan angkanya yang besar, dinir satu ini punya ketebalan yang cukup baik sehingga terkenal sangat tahan lama. Karena ketebalan tersebut, material ini bisa menghasilkan tas yang sangat kokoh dan kuat.

Terlebih lagi, terdapat lapisan anti air pada bahannya. Hal ini membuat tas yang dihasilkan pun bisa lebih tahan terhadap air sehingga menjadi nilai tambah tersendiri.

D 1682 ini merupakan material yang sering digunakan untuk membuat ransel atau tas-tas sejenis yang cenderung membutuhkan kekuatan karena dipakai untuk membawa banyak barang dan ketahanan terhadap air karena dipakai di luar ruangan (outdoor).

Dinir D 420

Selain cukup tebal, D 420 ini juga dikenal anti air. Contoh tas yang dibuat dari D 420 adalah goodie bag, tas kosmetik, hingga tas merchandise.

Meski tergolong cukup tebal, D 420 tidak banyak digunakan untuk ransel karena kainnya tidak bisa menopang banyak barang. Kecuali memang butuh ransel berbahan tipis dengan bahan terjangkau, Anda baru bisa memakai dinier satu ini.

Dinier D 600

Ini adalah salah satu jenis kain dinier yang mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan, Anda bisa mendapatkannya langsung secara online di beberapa marketplace.

D 600 merupakan contoh bahan dinir yang dipakai untuk membuat produk kelas menengah seperti tas untuk instrumen musik, travel bag, ransel, hingga fitness bag.

Kualitas tas ini setara dengan harganya yang terjangkau sehingga banyak yang menyukainya. Bahkan, banyak orang yang kini memakai D 600 untuk membuat tas promosi.

Jenis lainnya

Selain beberapa jenis material di atas, Anda bisa menggunakan:

  • D 1680 untuk ransel hingga tas jinjing karena karakternya yang kaku dan kuat.
  • D 1050 untuk membuat koper.

Atau, Anda bisa menggunakan jenis lainnya sesuai dengan karakteristik materialnya.

Kelebihan dan kekurangan tas bahan dinir

Kelebihan dan kekurangan tas bahan dinir

Untuk mendapatkan tas terbaik, silakan cek beberapa kelebihan dan kelemahan dari material dinier dalam pembuatan tas di bawah ini:

Kelebihan bahan dinir

Berikut ini beberapa keunggulan material dinier dalam pembuatan tas:

  • Mudah dijumpai di pasaran.
  • Jenisnya beragam.
  • Harga bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.
  • Pilihan warnanya banyak sehingga bisa disesuaikan dengan selera fashion masing-masing orang.
  • Kualitasnya tergolong baik bahkan ada yang disertai dengan fitur anti air.

Selain kelebihan di atas, masih ada beberapa hal lain yang membuat bahan dinier ini diminati banyak orang dan recommended untuk Anda pilih.

Kekurangan bahan dinir untuk membuat tas

Material ini terbilang minim kekurangan. Namun, karena jenisnya banyak, terkadang pembeli justru bingung dalam memilihnya.

Untuk itu, sebagai pembeli Anda harus pintar-pintar dalam memilih produk tasnya. Hanya dengan begitu, Anda bisa mendapatkan jenis dan kualitas tas yang sesuai berikut harganya yang pas.

Untuk memastikan bahan dinir adalah yang terbaik, silakan hubungi konveksi tas Bandung. Kami akan memberikan bahan terbaik dengan jahitan kuat dan rapi sehingga menghasilkan kualitas tas yang jempolan.

Karakteristik Bahan Cordura Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Karakteristik Bahan Cordura Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Salah satu material pembuat tas yang umum dikenal adalah bahan cordura. Tak hanya sebagai bahan tas ransel untuk aktivitas outdoor, namun beberapa sling bag atau waist bag juga ada yang menggunakan bahan ini. Tampilan luarnya terkesan premium, ditambah dengan bahan yang kuat dan waterproof, membuat bahan cordura banyak dipilih konsumen.

Pengertian Bahan Cordura

Pengertian Bahan Cordura

Bagi yang belum mengetahui seperti apa bahan cordura, bisa mencoba mencermati beberapa tas ransel yang dijual di pasaran. Banyak outlet perlengkapan outdoor yang menjual tas dengan bahan cordura, yang umumnya berbentuk ransel. Selain itu, ransel untuk perlengkapan militer juga umumnya menggunakan bahan cordura.

Nama cordura sebenarnya adalah sebutan untuk merek, yang hak ciptanya didaftarkan pada Tahun 1929 oleh perusahaan asal Amerika yang dikenal dengan nama DuPont. Perusahaan pemegang lisensi kekayaan intelektual ini berada Invista, sebuah perusahaan di Kansas, Amerika.

Cordura sendiri memiliki beragam jenis kain, mulai dari polyester sampai ke cotton nylon. Sementara itu, kain cordura yang digunakan untuk bahan tas adalah nylon 1000D. Jenis kain ini memiliki ketahanan yang sudah teruji, sehingga banyak dipilih konsumen yang menginginkan produk awet.

Material ini pada dasarnya merupakan campuran cotton dan nylon. Ada juga yang menggunakan bahan dengan dominasi rayon. Namun umumnya, nylon digunakan karena memang merupakan bahan dasar sintetis untuk membuat kain.

Belakangan, banyak sekali ditemui perusahaan yang juga memproduksi material yang mirip dengan bahan cordura. Bahkan, bahan cordura ini sering disebut sebagai merek dari bahan nylon pada umumnya. Hal itu membuat sebuah pergeseran nama, sehingga bahan pembuat tas lebih sering disebut dengan bahan 1000D ketimbang menyebut bahan cordura.

Dengan demikian, bahan cordura saat ini bukanlah sebuah merek kain atau tas dari sebuah brand tertentu saja, melainkan sudah dipakai oleh banyak merek tas lainnya. Hal itu berarti, bahan ini memang sudah teruji ketahanannya.

Karakteristik Bahan Cordura

Karakteristik Bahan Cordura

Jika ingin membedakan bahan cordura dengan bahan tas yang mirip dengan material ini, ternyata tidak sulit. Perhatikan saja karakteristik dari bahan cordura ini, yang memang memiliki ciri khas berbeda dengan bahan tiruan lainnya.

  • Serat kainnya rapat serta kuat. Karakteristik yang pertama sebagai khas dari bahan ini adalah serat kain yang rapat. Sebelum membeli, perhatikan dengan baik serat kain pada bahan pembuat tas, karena bahan cordura memiliki kerapatan tinggi, yang tentu berpengaruh pada kekuatannya.
  • Tidak menerawang. Selain membuat kain menjadi lebih kuat, serat yang rapat tentu saja tidak akan menerawang seperti halnya bahan lain yang lebih tipis.
  • Bahannya tebal. Selain itu, tas yang terbuat dari bahan cordura akan terlihat lebih kukuh. Hal ini karena material premium ini lebih tebal daripada bahan-bahan lainnya.
  • Bahannya bersifat panas. Jika dicermati, sebenarnya bahan cordura ini sedikit panas. Tentu saja, karena bahan ini tidak 100% terbuat dari cotton. Bahan ini juga memiliki campuran nylon bahkan rayon yang bersifat panas.
  • Anti-air. Digunakannya bahan ini sebagai material pembuat ransel outdoor, salah satunya karena karakteristik waterproof. Dengan demikian, penggunanya tak perlu khawatir jika sedang menggunakan tas berbahan kain ini ketika beraktivitas di luar ruangan.
  • Mempunyai tekstur yang kasar. Ciri lain dari bahan ini adalah terlihat kasar di luar. Namun demikian, tekstur kasar tersebut hanya tampilan luarnya saja dan tidak berpengaruh pada tampilan premiumnya.
  • Sifat bahannya ringan. Karakteristik ini menjadi bukti jika tekstur yang kasar tidak mengurangi kualitas premiumnya, karena bahan material ini tetap ringan setelah menjadi produk jadi.

Jenis Bahan Cordura

Kebanyakan orang hanya mengetahui cordura sebagai nylon saja, padahal secara umum, ada 3 jenis yang berbeda dari bahan cordura. Berikut ini adalah jenis-jenis cordura yaitu:

1. Cordura Biasa

Bahan ini merupakan grade paling rendah di antaranya jenis cordura yang lain. Grade ini tentu saja akan mempengaruhi harga per meternya, yang akan lebih murah dari jenis kain grade di atasnya. Meski demikian, kualitas bahan cordura biasa juga tidak terlalu jauh berbeda.

2. Cordura Nylon

Jenis berikutnya dari bahan cordura adalah cordura nylon. Bahan ini merupakan grade yang lebih tinggi dari grade sebelumnya. Jika pernah menemukan tas dengan bahan yang sedikit mengilap, maka bisa dipastikan material pembuatnya adalah cordura nylon.

Selain mengilap, kain ini juga memiliki tekstur yang lebih licin dibandingkan yang lain. Harganya tentu sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan cordura biasa.

3. Cordura 1000

Berikutnya ada cordura 1000 atau yang biasa disebut dengan 1000D. Jenis ini merupakan grade paling atas dari semua bahan cordura, atau bisa dikatakan memiliki kualitas premium. Dari segi harga, 1000D adalah yang termahal.

Namun demikian, mahalnya harga tentu sebanding dengan tingginya kualitas. Ketahanannya tentu lebih lama dan lebih awet. Dengan harga yang lebih tinggi, maka bahan premium ini jarang digunakan ditemui pada penggunaan partai besar seperti seminar.

Tipe Bahan Cordura

Dari ketiga jenis di atas, bahan cordura juga masih terklasifikasi dalam berbagai tipe. Berbagai tipe cordura ini, tidak hanya digunakan sebagai material pembuat tas saja, melainkan banyak dipakai sebagai bahan pembuat wearpack untuk satuan militer. Beberapa tipe cordura tersebut adalah:

1. AFT Fabric

Tipe ini merupakan teknologi baru dalam konstruksi kain cordura. Merek Cordura Invista telah memperluas koleksi kain dengan konstruksi rajutan dan ketahanan abrasi dan snagging lebih tinggi. Dikombinasikan dengan rasio kekuatan-terhadap-berat yang sangat baik, bahan ini berhasil menjadi koleksi Air Flow Technology dari cordura.

2. Bahan Denim

Tak banyak yang tahu jika denim fabric juga termasuk salah satu tipe bahan cordura. Kain ini pada dasarnya merupakan bahan katun dengan silangan benang yang khas. Umumnya denim berwarna indigo yang dihasilkan dari pencelupan warna yang khas.

3. Bahan NYCO

NYCO adalah singkatan dari kain yang merupakan perpaduan antara nilon dan katun. Nilon menambah kekuatan dan ketahanan abrasi, sementara kapas menambah daya tahan dan penyerapan air. Sampai saat ini, bahan NYCO banyak digunakan untuk seragam militer dan pakaian olahraga dengan ritme tinggi.

4. Ballistic Fabric

Sesuai dengan namanya, bahan ini merupakan anyaman nilon balistik asli yang dikembangkan untuk pakaian-pakaian militer, kain cordura ballistic yang padat dan kokoh dibuat dengan benang filamen nilon 6,6 berkekuatan tinggi, sehingga meningkatkan ketahanan sobek dan abrasi.

5. Jenis Cordura Lainnya

Bahan-bahan di atas merupakan material cordura yang populer dan paling sering ditemui di pasaran. Namun selain tipe-tipe tersebut, masih ada beberapa tipe bahan cordura yang lainnya, yaitu:

  • Baselayer Fabric
  • Classic Fabric
  • Canvas
  • Eco-Made
  • Bahan Lite, Lite Plus, dan Ultralite

Keunggulan Cordura

Sebagaimana halnya beragam material yang diproduksi, pilihan akan jatuh pada masing-masing kebutuhan. Tentu saja, hal itu karena setiap material pasti memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing, yang juga disesuaikan dengan kebutuhan produksi.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan bahan cordura:

1. Bahannya Kuat

Sesuai dengan material dasar yang dimiliki, bahan cordura ini memiliki tingkat kerapatan yang tinggi. Hal inilah yang membuat bahan cordura menjadi lebih kuat dibandingkan dengan bahan yang lain. material cordura tidak mudah sobek, atau tergores dan lecet. Sehingga akan sangat cocok jika digunakan pada aktivitas outdoor.

Selain itu, ketahanan ini juga sangat kukuh pada cuaca ekstrem sekalipun. Terpaan panas yang menyengat dan hujan tidak terlalu berpengaruh pada kain dan tidak membuatnya cepat lapuk. Beberapa produk tas dari bahan cordura, bukan hanya menggunakan material ini di body saja, tetapi juga pada bagian tali yang menjadi bagian paling rentan lapuk dan putus.

Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan bahan katun, bahan cordura ini bahkan mempunyai daya tahan sepuluh kali lebih kuat. Bahan ini pun tetap lebih kuat dibandingkan polyester biasa. Ketahanannya bisa tiga kali lebih kukuh daripada polyester.

2. Variasi Bahan dan Warna

Bahan ini diminati karena banyaknya variasi bahan. Di atas sudah disebutkan beberapa jenis bahan cordura yang juga mempengaruhi grade dan harganya. Hal ini bisa menjadi alternatif bagi yang ingin membuat tas dalam partai besar.

Di samping itu, pilihan warna dari bahan cordura juga tak kalah menarik. Bahan ini juga banyak dipilih karena beragam pilihan warna yang disajikan. Alhasil, semakin banyak konsumen yang memilih tas dengan bahan ini.

3. Warna yang Berkesan Cerah

Alternatif warna pilihan dari bahan cordura bukan hanya beragam, tetapi tampil dengan kesan yang lebih cerah. Beberapa bahan cordura memang memberikan kesan mengilap, dan hal itu juga mendukung kecerahan warna dari bahan ini. Kecerahan warna yang dihasilkan membuat produsen memilih bahan ini sebagai material pembuat tas sekolah atau waist bag.

4. Waterproof

Kelebihan ini menjadi sebuah unggulan dari bahan cordura, terutama bagi yang menggemari aktivitas outdoor. Bahan cordura memiliki sifat tahan-air, dengan demikian pengguna akan lebih leluasa menggunakannya di luar tanpa terlalu khawatir dengan guyuran hujan.

Meski demikian, ketahanan terhadap air dari bahan ini lebih kepada intensitas hujan atau air yang ringan. Tas berbahan cordura tidak akan seketika basah ketika terguyur hujan, sehingga tidak terlalu mengganggu barang-barang yang dikemas di dalamnya.

5. Sifat Ringan

Kekuatan kain cordura ini tidak membuat bahan menjadi berat. Penggunaannya sebagai material tas outdoor tentu sudah sangat diperhitungkan dengan baik. Selain bahan dasar yang kuat dan anti-air, material yang ringan tidak akan terlalu mengganggu aktivitas yang ekstrem. Tentu saja berbeda dengan bahan kulit. Meskipun memiliki ketahanan serupa, namun bahan kulit memiliki sifat berat.

Kelemahan Bahan Cordura

Di samping berbagai kelebihan yang dimiliki seperti di atas. Bahan cordura juga masih terlihat memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

1. Tampilan Casual (Tidak Mewah)

Tidak ada kesan mewah dalam tas berahan cordura. Tentu saja, karena bahan dasar cordura memang kebanyakan digunakan untuk aktivitas ekstrim outdoor yang cenderung sporty. Sehingga bukan digunakan sebagai tas yang fashionable. Tas untuk fashion kebanyakan dibuat dari bahan kulit yang terkesan lebih mewah.

2. Bahannya Panas

Salah satu karakteristik dari cordura yang panas menjadi sisi kelemahan dari material ini. Serat yang rapat tidak membuatnya menyerap keringat dengan baik. Itulah sebabnya, bahan ini jarang digunakan sebagai material pembuat pakaian sehari-hari.

Penggunaannya pada pakaian militer tentu berbeda, dan tentu saja dipilih bahan cordura dengan kualitas terbaik. Pada kebutuhan pakaian sehari-hari, bahan ini hanya digunakan untuk jaket atau rompi. Jika hanya digunakan sesaat dan sebagai luaran, tentu tidak akan terlalu menimbulkan kegerahan pada kulit.

3. Tekstur Kasar

Melihat tampilan luarnya, dapat dilihat dan juga diraba jika tekstur bahan cordura ini kasar. Hal tersebut tentu tidak akan menjadi masalah jika hanya digunakan sebagai pembuat tas. Namun jika ingin menggunakannya sebagai bahan pakaian, tentu memerlukan lapisan tambahan atau semacam kain furing yang halus.

Harga Bahan Cordura per Meter

Kain merupakan material yang harganya cukup dipengaruhi oleh kapasitas ekspor. Di Indonesia, harga kain cordura berkisar antara Rp 18.000,00 per meter untuk kain dengan kualitas biasa atau grade rendah. Semakin tinggi grade cordura tentu harganya juga semakin mahal. Harga per meter untuk kain 1000D bisa mencapai Rp 45.000,00.

Harga ini juga masih mungkin berbeda-beda di berbagai penjual. Oleh karenanya, jika ingin membeli kain cordura, sebaiknya mendatangi langsung tokonya, supaya bisa melihat jenis kain yang dijual. Jika membeli dengan teliti, tentu konsumen tidak perlu membayar mahal ketika membeli kain dengan kualitas yang biasa.

Artikel lain : Karakteristik Bahan Dinnir Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Jenis Tas yang Cocok Menggunakan Bahan Cordura

Material ini memang umumnya digunakan sebagai bahan tas. Berikut ini adalah beberapa tas yang biasanya menggunakan bahan cordura:

1. Tas Sekolah

Bahan cordura dengan banyak pilihan warna dan tingkat kecerahan, banyak digunakan sebagai material untuk tas sekolah. Warna-warna cerah tentu memberikan kesan ceria, sehingga akan lebih disenangi oleh konsumen anak-anak.

2. Tas Ransel Outdoor

Kekuatan bahan yang dimiliki tentu membuat bahan ini mayoritas digunakan sebagai bahan tas outdoor. Didukung juga dengan kelebihan waterproof, membuat tas ransel outdoor akan lebih tahan menghadapi cuaca ekstrim.

3. Sling Bag

Tas selempang juga menjadi salah satu pilihan fashion kawula muda. Bisa digunakan untuk santai atau kerja, sling bag atau tas selempang berbahan cordura tentu lebih tahan lama dibandingkan dengan bahan katun atau polyester biasa.

4. Waist Bag

Salah satu jenis tas yang juga cocok menggunakan bahan cordura adalah tas pinggang. Jenis tas ini banyak dipakai untuk membuat penampilan semakin simpel, sekadar membawa dompet atau HP. Bahan tahan air tentu saja cocok dengan waist bag di tengah cuaca tak menentu.

Perawatan Tas Bahan Cordura

Tidak perlu repot jika memiliki tas yang dibuat dari bahan cordura ini, karena perawatannya sangat mudah. Tas berbahan cordura tidak membutuhkan perawatan khusus, di bawah ini cara merawatnya:

  • Tidak butuh disetrika. Memiliki serat rapat membuat bahan cordura tidak mudah kusut. Dengan begitu, jika memiliki tas dari bahan ini, tidak terlalu membutuhkan setrika untuk merapikannya.
  • Segera bersihkan noda. Ketika tas terkena noda, segera bersihkan noda. Jangan ditunggu terlalu lama, karena serat kain yang rapat membuat noda akan semakin melekat dan sulit dibersihkan.
  • Bersihkan dengan kain basah. Ketika membersihkan tas berbahan cordura, sebaiknya tidak disikat, melainkan cukup dilap menggunakan kain basah. Jika ada area yang bernoda, tekan-tekan dengan lap basah sampai kotoran terangkat.
  • Gosok dengan sikat lembut. Jika terdapat noda yang sudah menempel, gunakan sikat yang lembut untuk membersihkan. Sebaiknya menggunakan sikat gigi agar tidak terlalu merusak serat kain.

Kesimpulan

Jika dicermati, bahan cordura memang banyak dipilih sebagai material pembuat berbagai jenis tas. Selain itu, outer pakaian militer, rompi, dan juga jaket, banyak juga menggunakan bahan ini sebagai dasarnya. Kekuatan dan ketahanan bahan yang sudah teruji membuat produsen banyak memilihnya, dan konsumen pun menyukai bahan ini.

Namun demikian, konsumen sebaiknya mengetahui bagaimana cara merawat tas atau pakaian dari bahan cordura ini. Tentu saja agar produk yang dimiliki bisa menjadi lebih awet, dan tetap bagus tanpa bercak noda. Semoga artikel KONVEKSITAS.NET bermanfaat. Jika membutuhkan konsultasi seputar informasi bahan tas bisa hubungi tim kami, jangan sungkan kami siap membantu.

 

Karakteristik Bahan Dinnir Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Karakteristik Bahan Dinnir Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Bahan yang kuat dan tahan air adalah yang paling cocok untuk pembuatan tas khususnya ransel. Salah satu yang terbaik adalah bahan dinnir. Karakteristik bahan dinnir dinilai sangat cocok untuk kebutuhan pembuatan tas. Bahan ini dinilai bisa menghasilkan tas dengan kualitas yang baik sehingga produk bisa dipasarkan sebagai produk premium.

Produsen tas sebaiknya tahu mengenai karakteristik bahan dinnir ini, apalagi jika akan memproduksi tas ransel. Selain itu, perlu juga tahu bagaimana kelemahan serta kelebihannya juga cara perawatannya. Pengetahuan ini penting agar produk yang dihasilkan nanti memiliki kualitas yang baik. Artikel kali ini akan membahas tentang itu semua. Yuk, baca sampai habis.

Pengertian Bahan Dinnir

Bahan dinnir adalah material kain yang masih termasuk keluarga polyester. Untuk itulah bahan ini sangat mudah ditemukan di pasaran karena penggunaannya yang massif untuk kebutuhan produksi tas. Selain itu, warna-warna yang ada pada kain dinnir ini pun beragam dengan tampilan warna kuat. Jadi, tas ransel memang cocok menggunakan kain ini karena biasanya tas ini menonjolkan kekuatan.

Produsen tas yang ingin memproduksi produk yang kuat dan tahan lama namun harganya terjangkau umumnya akan memakai bahan ini. Ini karena tak lepas dari harga bahan polyester sendiri yang memang murah. Apabila dibandingkan dengan nilon, yang juga biasa dipakai untuk membuat tas, kain dinnir jauh lebih miring harganya.

Polyester atau PET yang menjadi bahan dasar pembuatan bahan ini menghasilkan karakteristik bahan dinnir yang mencolok. Perusahaan konveksi yang ingin membuat tas ransel kuat tapi harganya terjangkau akan cenderung memilih kain dinnir karena alasan lebih efisien. Apabila mereka ingin menjual atau memproduksi yang lebih mahal, maka bahan dinnir dinilai kurang cocok.

Karakteristik Bahan Dinnir

Karena masih satu keluarga dari polyester atau PE, karakteristik bahan dinnir kurang lebih sama dengan bahan PE. Kain ini lembut, kuat, dan yang terpenting adalah tahan air. Sehingga, ketika digunakan untuk membuat tas ransel, dinnir menghasilkan produk yang fleksibel, tidak kaku, namun juga kuat dan tahan terhadap air atau water resistance.

Ini sangat cocok untuk menjawab kebutuhan para pengguna ransel yang umumnya memerlukan tas kuat serta tidak mudah ditembus air. Pengguna ransel biasanya memasukkan banyak barang ke dalam tas yang cenderung memiliki bobot berat. Penggunaan kain dinnir bisa mengakomodir ini semua.

Kain dinnir terbuat dari campuran atau proses kimiawi dari serat polimer dan ester. Polimer sendiri sangat dekat dengan plastic, sementara ester dihasilkan dari mencampurkan alkohol dengan asam karboksilat serta minyak bumi. Inilah yang menjadi penyusun bahan polyester yang digunakan dalam pembuatan bahan dinnir.

Tak heran kain ini tahan terhadap air dan kuat karena memang bahannya berkarakter seperti plastik dan minyak. Namun begitu, serat-serat yang ada di bahan ini membuatnya lebih lembut serta fleksibel. Cocok untuk tas ransel yang biasanya digunakan pada kegiatan-kegiatan luar ruang. Orang-orang yang aktif akan sangat pas memakai tas berbahan ini.

Jenis dan Tipe Bahan Dinnir

Karakteristik yang menonjolkan kekuatan dan kelembutan ini tetap bergantung pada metrik ketebalan yang dalam bahasa Inggris dikenal juga dengan sebutan denier. Itulah sebabnya mengapa akhirnya kain ini sering disebut dinnir. Denier sendiri digunakan untuk menggambarkan kekuatan atau strength indicator.

Itu sebabnya, pada kain ini menggunakan simbol D untuk menunjukkan jenis serta tipenya. Jenis dan tipe ini didasarkan pada beratnya atau massa per satuan volume. Terkadang, ini juga bisa merujuk pada kerapatan kain walaupun sebenarnya kurang tepat. Semakin tebal atau berat, maka tentu kualitas kain dinnir semakin baik.

Produsen tas harus tahu soal massa kain ini ketika akan memproduksi tas ransel berbahan dinnir. Karena tentu saja jenis dan tipe ini akan berbeda-beda peruntukannya serta membedakan harganya pula. Berikut ini daftar jenis-jenis kain dinnir:

1. D300

Tipe ini merupakan yang paling sering dan umum dipakai membuat tas ransel. Ini tak lain karena ketebalan dan kerapatan serat kain yang sangat mendukung karakteristik ransel itu sendiri. D300 cenderung bertekstur lembut, seratnya rapat, namun tebal. Hasilnya, produk menjadi tidak mudah robek akibat dari serat rapat itu tadi atau tear resistance.

Maka, tipe D300 adalah yang paling cocok digunakan untuk pembuatan tas ransel. Karena kelembutan dan kehalusannya, tipe ini juga dikenal dengan sebutan soft dinnir. Konveksi yang ingin mengeluarkan produk ransel bisa memakai tipe ini. Produk akhirnya bisa menahan banyak beban, tahan air dan tak mudah sobek.

2. D420

Dinnir 420 merupakan yang paling tipis diantara semua varian dinnir. Walaupun tetap memiliki karakteristik seperti tahan air, namun ketebalannya tidak setebal D300. Itu sebabnya tak cocok apabila ingin menggunakannya sebagai bahan baku tas ransel. Penggunaan D420 biasanya lebih kepada tas merchandise, goodie bag, atau tas kosmetik.

Selain itu, tekstur D420 sedikit kaku dan kurang fleksibel. Permukaannya tidak sehalus D300 dan ketika ditekuk-tekuk akan terlihat kusut. Maka, penggunaan pada tas ransel yang umumnya digunakan membawa banyak barang kurang cocok karena akan mudah sobek. Sedangkan pada tas merchandise berbentuk tote bag atau tas kosmetik, D420 sangat cocok.

3. D600

Karakteristik bahan dinnir jenis D600 mirip dengan D450 yaitu berpori besar dan agak tipis. Namun, D600 justru tidak mudah kusut walaupun tetap saja ini kurang cocok apabila digunakan untuk bahan ransel. Apabila perusahaan konveksi ingin menggunakannya sebagai tas ransel, maka hasil akhirnya adalah produk kaku serta kurang fleksibel.

Jika ingin dipaksakan menggunakan bahan D600, boleh-boleh saja, tapi hasilnya tentu adalah tas ransel kelas menengah yang sedikit tipis. Artinya, pengguna tidak akan bisa memasukkan banyak beban ke dalam tas karena resiko robek. Bahan D600 bisa digunakan untuk pembuatan tas lain yang lebih cocok karena tetap ada karakter water resistance dan kekuatan.

4. D1682

Dilihat dari kodenya, maka jenis dinnir ini memiliki ketebalan yang sangat baik. Selain itu juga ketahanannya terhadap air juga tinggi akibat adanya lapisan pelindung tambahan di permukaannya. Perusahaan konveksi bisa mengaplikasikannya untuk membuat tas yang membutuhkan ketahanan, kekuatan, serta anti sobek.

5. D1680

Ini adalah jenis dinnir yang paling baik karena kualitas water resistance nya tinggi. Selain itu, tipe ini memiliki tingkat ketebalan sangat bagus. Kekuatannya membuatnya bisa berdiri kokoh namun juga terasa halus permukaannya. Pengaplikasian pada produk-produk tas luar ruang sangat cocok.

D1680 ini terdiri dari dua varian yaitu single dan double. Yang membedakan adalah pada tampilan luarnya. Pada D1680 double, selain kekuatan dan fleksibilitas nya yang tinggi, material ini juga terasa lentur dan kenyal. Sehingga, tas dibuat dari bahan ini nyaman dipakai karena mudah bergerak, ditekuk, dan cenderung melar.

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Dinnir

Setelah membahas karakteristik bahan dinnir, maka produsen tas juga perlu tahu apa saja kelebihan serta kekurangan material ini. Pengetahuan ini penting untuk konveksi yang memproduksi berbagai jenis tas tak hanya ransel. Lalu apa saja kekurangan serta kelebihan dinnir? Simak daftar berikut ini:

Kelebihan Bahan Dinnir

Yang pertama kali membuat produsen tas melirik material ini adalah karena harganya yang terjangkau. Ini jelas merupakan kelebihan utama karena bisa menekan biaya bahan baku. Harga jual produk bisa dibuat bersahabat sehingga bisa menjangkau lebih banyak konsumen.

Kemudian, kelebihan kedua terletak pada keragaman jenisnya. Keragaman ini didasarkan pada ketebalan kain. Jenis yang beragam ini tentu membuat produsen tas leluasa ketika akan memproduksi berbagai jenis produk tas sesuai budget. Pasalnya, model dan ragam tas pun banyak sekali tergantung peruntukannya. Banyaknya varian ini tentu membutuhkan bahan yang berbeda-beda pula.

Ketiga, karakteristik bahan dinnir yang water resistant ternyata menjadi kelebihan tersendiri. Itu sebabnya produsen tas sering memakai bahan ini. Fungsi utama tas yang salah satunya adalah melindungi barang bawaan, tentu membutuhkan bahan yang mampu menahan rembesan air. Bahan dinir lah jawabannya. Apalagi untuk tas-tas yang digunakan pada kegiatan luar ruang.

Selain itu, mudahnya merawat bahan ini juga menjadi salah satu kelebihannya. Konsumen tidak perlu takut tasnya mudah rusak karena ada sifat durable dalam material ini. Dari sisi produsen, ini bisa menjadi kekuatan produk yang meningkatkan nilai jual.

Kelemahan Bahan Dinnir

Perlu diketahui bahwa material dinnir juga memiliki kelemahan yang perlu diwaspadai oleh para produsen tas. Yang pertama harus diwaspadai adalah, pada dinir yang ketebalannya kurang, serat kain cenderung besar dan tidak rapat. Artinya, ini membuatnya mudah robek. Penggunaan untuk produk yang tidak tepat bisa menyebabkan penurunan kualitas.

Misalnya, tas ransel yang seharusnya menggunakan dinnir D180 namun malah menggunakan D450 untuk menekan cost, hasilnya justru merugikan. Ransel akan terkesan kurang kokoh serta hilang fungsi intinya. Selain itu, pada dinnir yang tipis, ada kecenderungan kusut serta tidak fleksibel.

Selain itu, meskipun memiliki warna yang bold alias kuat, jika disandingkan dengan bahan tas ransel kualitas yang lebih baik seperti nylon, maka warna dari bahan dinnir terkesan kurang mewah. Namun begitu, tidak mengurangi kekuatan serta daya tahan dari material ini.

Harga Bahan Dinnir Per Meter

Satuan harga untuk kain ini tentu sangat tergantung pada tipe kain ini sendiri. Misalnya, pada jenis D300 dibanderol di kisaran 10.000 – 19.000 Rupiah. Sedangkan pada tipe D600 harganya lebih murah yaitu pada range 12.000 – 15.000 per meternya. Pada jenis D420, harganya sangat terjangkau yaitu 12.000 saja per meter.

Pada dinnir dengan ketebalan yang lebih tinggi, yaitu D1682, kisaran harga mulai dari 15.000 – 31.000 Rupiah. Sedangkan untuk tipe D1680, range harga dimulai dari 17.000 sampai 35.000 karena memang merupakan yang paling baik kualitasnya untuk digunakan membuat tas ransel luar ruang.

Macam-macam harga ini juga sangat tergantung pada ketersediaan produk. Produk-produk yang jumlahnya sedikit di pasaran cenderung akan menjadi lebih mahal. Tetapi jangan khawatir, harga kain dinnir umumnya stabil karena pasokannya cukup banyak. Permintaan yang tinggi untuk membuat tas membuatnya selalu ada di pasaran.

Jenis Tas yang Cocok

Jika dilihat dari karakteristik bahan dinnir, ada beberapa produk tas yang dapat dihasilkan dari material ini. Ragam jenis kain ini nyatanya dapat menghasilkan tak hanya tas ransel namun juga tas lainnya. Pengetahuan ini akan membantu para produsen menyesuaikan bahan baku dengan kebutuhan produk. Berikut ini penjelasannya:

1. Tas Ransel

Produk yang bisa dan cocok dihasilkan dari tipe D300 adalah tas-tas yang memerlukan kekuatan skala menengah. Ransel bisa diproduksi dengan bahan ini namun tentu bukan yang diperuntukkan untuk kegiatan luar ruang seperti hiking, camping, serta kegiatan alam lainnya. Ransel sehari-hari seperti untuk ke sekolah atau ke kantor dapat diproduksi dari bahan ini.

Kemudian, tas-tas seperti selempang dan pouch juga cocok memakai material ini. Alasannya adalah karena D300 seratnya kecil serta tidak mudah kusut. Durability-nya juga cukup tinggi sehingga pouch atau dompet harian bisa dihasilkan dari D300.

2. Tas Merchandise atau Goodie Bag

Material ini cenderung lebih tipis dan mudah sobek namun tetap mampu menahan air. Maka, ini sangat cocok untuk memproduksi tas merchandise atau goodie bag serta tas kosmetik. Sekarang, penggunaan bahan ini sangat marak seiring dengan semangat mengurangi pemakaian plastik. Kemudian, ini juga bisa dipakai membuat tas promosi.

3. Tas Peralatan

Jenis dinnir ini berpori-pori besar namun tidak mudah kusut. Kekuatannya cukup baik sehingga dapat dipakai memproduksi tas ransel kelas menengah. Kemudian bisa juga dipakai sebagai bahan baku tas alat musik, fitness bag, travel bag, serta bisa juga untuk tas promosi.

Pada jenis 600 DK, selain untuk memproduksi tas, bisa juga untuk sebagai bahan baku payung taman. DK berarti menggunakan campuran kulit. Ketebalan dan kekuatannya bagus sehingga cocok diaplikasikan pada produk-produk tas luar ruang.

4. Travel Bag atau Carrier

Dinnir dengan ketebalan diatas 1000 paling baik untuk membuat tas ransel yang kuat. Selain itu juga untuk memproduksi tas-tas kokoh seperti carrier atau travel bag tebal. Water resistance dan durability yang tinggi mendukung kebutuhan ini. Selain itu, tas kosmetik dan dompet tebal untuk kegiatan luar ruang bisa memakai bahan ini.

5. Tas Ransel Outdoor

Ini adalah bahan yang paling baik untuk dipergunakan membuat tas ransel luar ruang. Daya tahannya sangat baik sehingga bisa menahan beban yang berat. Selain ransel, tas jinjing juga bisa dibuat dari varian ini. Ketahanannya terhadap air juga sangat baik sehingga tas-tas yang dihasilkan benar-benar mampu menahan gempuran air.

Pada D1680 double, kekuatan dan ketebalannya nyaris sempurna. Teksturnya tidak kasar, lembut, halus, serta kenyal. Jadi, tas bisa fleksibel berdiri, ditekuk, dan mampu mengikuti gerak tubuh dengan baik. Orang yang menggunakannya akan merasa nyaman karena tas tidak akan mengganggu pergerakan tubuh.

Perawatan Tas Bahan Dinnir

Ada alasan tersendiri mengapa bahan ini cenderung dipakai membuat tas, baik itu ransel sehari-hari, ransel luar ruang, tas selempang, tas jinjing, serta tas make up. Alasannya yaitu karena perawatannya mudah. Tas ini tidak mudah ditembus air karena adanya lapisan pelindung yang cenderung membuat air tergelincir.

Permukaan ini juga membuat noda yang menempel umumnya mudah dibersihkan. Noda ringan bisa dibersihkan dengan lap microfiber yang direndam air hangat kemudian dicampur sabun berbahan dasar alami. Proses membersihkan dan merawat tidak sulit dan cocok untuk tas-tas luar ruang.

Namun, tetap perlu diperhatikan tindakan pencegahan agar tas berbahan dinnir tidak mudah rusak atau sobek. Cara yang pertama yaitu dengan menjaga bentuknya tetap baik, bisa berdiri tegak, dan tidak miring. Yaitu dengan tidak memasukkan barang terlalu banyak walaupun tas akan tetap bisa menahannya. Tapi, berat berlebihan bisa membuat jalinan benang-benangnya lepas.

Kedua, hati-hati terhadap noda yang ditimbulkan dari pulpen atau spidol. Umumnya, jika terkena kedua tinta ini akan sangat sulit dihilangkan. Kemudian, karakteristik bahan dinnir jenis D420 yang tipis harus dirawat dengan lebih hati-hati. Jangan sampai tergores permukaan yang tajam karena mudah sekali sobek.

Kesimpulan

Kesimpulannya, karakter bahan dinnir adalah kuat, tebal, kokoh, dan tahan terhadap air dan wrinkle. Walaupun pada tipe yang tipis, tingkat kekuatan lebih rendah, namun ketahanan terhadap air tidak menurun. Bahan ini cocok untuk membuat tas ransel, travel bag, tas instrument musik, fitness bag, pouch make up, tas ponsel serta selempang. Semoga artikel dari konveksitas.net ini bermanfaat.