Karakteristik Bahan Dinnir Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Bahan yang kuat dan tahan air adalah yang paling cocok untuk pembuatan tas khususnya ransel. Salah satu yang terbaik adalah bahan dinnir. Karakteristik bahan dinnir dinilai sangat cocok untuk kebutuhan pembuatan tas. Bahan ini dinilai bisa menghasilkan tas dengan kualitas yang baik sehingga produk bisa dipasarkan sebagai produk premium.

Produsen tas sebaiknya tahu mengenai karakteristik bahan dinnir ini, apalagi jika akan memproduksi tas ransel. Selain itu, perlu juga tahu bagaimana kelemahan serta kelebihannya juga cara perawatannya. Pengetahuan ini penting agar produk yang dihasilkan nanti memiliki kualitas yang baik. Artikel kali ini akan membahas tentang itu semua. Yuk, baca sampai habis.

Pengertian Bahan Dinnir

Bahan dinnir adalah material kain yang masih termasuk keluarga polyester. Untuk itulah bahan ini sangat mudah ditemukan di pasaran karena penggunaannya yang massif untuk kebutuhan produksi tas. Selain itu, warna-warna yang ada pada kain dinnir ini pun beragam dengan tampilan warna kuat. Jadi, tas ransel memang cocok menggunakan kain ini karena biasanya tas ini menonjolkan kekuatan.

Produsen tas yang ingin memproduksi produk yang kuat dan tahan lama namun harganya terjangkau umumnya akan memakai bahan ini. Ini karena tak lepas dari harga bahan polyester sendiri yang memang murah. Apabila dibandingkan dengan nilon, yang juga biasa dipakai untuk membuat tas, kain dinnir jauh lebih miring harganya.

Polyester atau PET yang menjadi bahan dasar pembuatan bahan ini menghasilkan karakteristik bahan dinnir yang mencolok. Perusahaan konveksi yang ingin membuat tas ransel kuat tapi harganya terjangkau akan cenderung memilih kain dinnir karena alasan lebih efisien. Apabila mereka ingin menjual atau memproduksi yang lebih mahal, maka bahan dinnir dinilai kurang cocok.

Karakteristik Bahan Dinnir

Karena masih satu keluarga dari polyester atau PE, karakteristik bahan dinnir kurang lebih sama dengan bahan PE. Kain ini lembut, kuat, dan yang terpenting adalah tahan air. Sehingga, ketika digunakan untuk membuat tas ransel, dinnir menghasilkan produk yang fleksibel, tidak kaku, namun juga kuat dan tahan terhadap air atau water resistance.

Ini sangat cocok untuk menjawab kebutuhan para pengguna ransel yang umumnya memerlukan tas kuat serta tidak mudah ditembus air. Pengguna ransel biasanya memasukkan banyak barang ke dalam tas yang cenderung memiliki bobot berat. Penggunaan kain dinnir bisa mengakomodir ini semua.

Kain dinnir terbuat dari campuran atau proses kimiawi dari serat polimer dan ester. Polimer sendiri sangat dekat dengan plastic, sementara ester dihasilkan dari mencampurkan alkohol dengan asam karboksilat serta minyak bumi. Inilah yang menjadi penyusun bahan polyester yang digunakan dalam pembuatan bahan dinnir.

Tak heran kain ini tahan terhadap air dan kuat karena memang bahannya berkarakter seperti plastik dan minyak. Namun begitu, serat-serat yang ada di bahan ini membuatnya lebih lembut serta fleksibel. Cocok untuk tas ransel yang biasanya digunakan pada kegiatan-kegiatan luar ruang. Orang-orang yang aktif akan sangat pas memakai tas berbahan ini.

Jenis dan Tipe Bahan Dinnir

Karakteristik yang menonjolkan kekuatan dan kelembutan ini tetap bergantung pada metrik ketebalan yang dalam bahasa Inggris dikenal juga dengan sebutan denier. Itulah sebabnya mengapa akhirnya kain ini sering disebut dinnir. Denier sendiri digunakan untuk menggambarkan kekuatan atau strength indicator.

Itu sebabnya, pada kain ini menggunakan simbol D untuk menunjukkan jenis serta tipenya. Jenis dan tipe ini didasarkan pada beratnya atau massa per satuan volume. Terkadang, ini juga bisa merujuk pada kerapatan kain walaupun sebenarnya kurang tepat. Semakin tebal atau berat, maka tentu kualitas kain dinnir semakin baik.

Produsen tas harus tahu soal massa kain ini ketika akan memproduksi tas ransel berbahan dinnir. Karena tentu saja jenis dan tipe ini akan berbeda-beda peruntukannya serta membedakan harganya pula. Berikut ini daftar jenis-jenis kain dinnir:

1. D300

Tipe ini merupakan yang paling sering dan umum dipakai membuat tas ransel. Ini tak lain karena ketebalan dan kerapatan serat kain yang sangat mendukung karakteristik ransel itu sendiri. D300 cenderung bertekstur lembut, seratnya rapat, namun tebal. Hasilnya, produk menjadi tidak mudah robek akibat dari serat rapat itu tadi atau tear resistance.

Maka, tipe D300 adalah yang paling cocok digunakan untuk pembuatan tas ransel. Karena kelembutan dan kehalusannya, tipe ini juga dikenal dengan sebutan soft dinnir. Konveksi yang ingin mengeluarkan produk ransel bisa memakai tipe ini. Produk akhirnya bisa menahan banyak beban, tahan air dan tak mudah sobek.

2. D420

Dinnir 420 merupakan yang paling tipis diantara semua varian dinnir. Walaupun tetap memiliki karakteristik seperti tahan air, namun ketebalannya tidak setebal D300. Itu sebabnya tak cocok apabila ingin menggunakannya sebagai bahan baku tas ransel. Penggunaan D420 biasanya lebih kepada tas merchandise, goodie bag, atau tas kosmetik.

Selain itu, tekstur D420 sedikit kaku dan kurang fleksibel. Permukaannya tidak sehalus D300 dan ketika ditekuk-tekuk akan terlihat kusut. Maka, penggunaan pada tas ransel yang umumnya digunakan membawa banyak barang kurang cocok karena akan mudah sobek. Sedangkan pada tas merchandise berbentuk tote bag atau tas kosmetik, D420 sangat cocok.

3. D600

Karakteristik bahan dinnir jenis D600 mirip dengan D450 yaitu berpori besar dan agak tipis. Namun, D600 justru tidak mudah kusut walaupun tetap saja ini kurang cocok apabila digunakan untuk bahan ransel. Apabila perusahaan konveksi ingin menggunakannya sebagai tas ransel, maka hasil akhirnya adalah produk kaku serta kurang fleksibel.

Jika ingin dipaksakan menggunakan bahan D600, boleh-boleh saja, tapi hasilnya tentu adalah tas ransel kelas menengah yang sedikit tipis. Artinya, pengguna tidak akan bisa memasukkan banyak beban ke dalam tas karena resiko robek. Bahan D600 bisa digunakan untuk pembuatan tas lain yang lebih cocok karena tetap ada karakter water resistance dan kekuatan.

4. D1682

Dilihat dari kodenya, maka jenis dinnir ini memiliki ketebalan yang sangat baik. Selain itu juga ketahanannya terhadap air juga tinggi akibat adanya lapisan pelindung tambahan di permukaannya. Perusahaan konveksi bisa mengaplikasikannya untuk membuat tas yang membutuhkan ketahanan, kekuatan, serta anti sobek.

5. D1680

Ini adalah jenis dinnir yang paling baik karena kualitas water resistance nya tinggi. Selain itu, tipe ini memiliki tingkat ketebalan sangat bagus. Kekuatannya membuatnya bisa berdiri kokoh namun juga terasa halus permukaannya. Pengaplikasian pada produk-produk tas luar ruang sangat cocok.

D1680 ini terdiri dari dua varian yaitu single dan double. Yang membedakan adalah pada tampilan luarnya. Pada D1680 double, selain kekuatan dan fleksibilitas nya yang tinggi, material ini juga terasa lentur dan kenyal. Sehingga, tas dibuat dari bahan ini nyaman dipakai karena mudah bergerak, ditekuk, dan cenderung melar.

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Dinnir

Setelah membahas karakteristik bahan dinnir, maka produsen tas juga perlu tahu apa saja kelebihan serta kekurangan material ini. Pengetahuan ini penting untuk konveksi yang memproduksi berbagai jenis tas tak hanya ransel. Lalu apa saja kekurangan serta kelebihan dinnir? Simak daftar berikut ini:

Kelebihan Bahan Dinnir

Yang pertama kali membuat produsen tas melirik material ini adalah karena harganya yang terjangkau. Ini jelas merupakan kelebihan utama karena bisa menekan biaya bahan baku. Harga jual produk bisa dibuat bersahabat sehingga bisa menjangkau lebih banyak konsumen.

Kemudian, kelebihan kedua terletak pada keragaman jenisnya. Keragaman ini didasarkan pada ketebalan kain. Jenis yang beragam ini tentu membuat produsen tas leluasa ketika akan memproduksi berbagai jenis produk tas sesuai budget. Pasalnya, model dan ragam tas pun banyak sekali tergantung peruntukannya. Banyaknya varian ini tentu membutuhkan bahan yang berbeda-beda pula.

Ketiga, karakteristik bahan dinnir yang water resistant ternyata menjadi kelebihan tersendiri. Itu sebabnya produsen tas sering memakai bahan ini. Fungsi utama tas yang salah satunya adalah melindungi barang bawaan, tentu membutuhkan bahan yang mampu menahan rembesan air. Bahan dinir lah jawabannya. Apalagi untuk tas-tas yang digunakan pada kegiatan luar ruang.

Selain itu, mudahnya merawat bahan ini juga menjadi salah satu kelebihannya. Konsumen tidak perlu takut tasnya mudah rusak karena ada sifat durable dalam material ini. Dari sisi produsen, ini bisa menjadi kekuatan produk yang meningkatkan nilai jual.

Kelemahan Bahan Dinnir

Perlu diketahui bahwa material dinnir juga memiliki kelemahan yang perlu diwaspadai oleh para produsen tas. Yang pertama harus diwaspadai adalah, pada dinir yang ketebalannya kurang, serat kain cenderung besar dan tidak rapat. Artinya, ini membuatnya mudah robek. Penggunaan untuk produk yang tidak tepat bisa menyebabkan penurunan kualitas.

Misalnya, tas ransel yang seharusnya menggunakan dinnir D180 namun malah menggunakan D450 untuk menekan cost, hasilnya justru merugikan. Ransel akan terkesan kurang kokoh serta hilang fungsi intinya. Selain itu, pada dinnir yang tipis, ada kecenderungan kusut serta tidak fleksibel.

Selain itu, meskipun memiliki warna yang bold alias kuat, jika disandingkan dengan bahan tas ransel kualitas yang lebih baik seperti nylon, maka warna dari bahan dinnir terkesan kurang mewah. Namun begitu, tidak mengurangi kekuatan serta daya tahan dari material ini.

Harga Bahan Dinnir Per Meter

Satuan harga untuk kain ini tentu sangat tergantung pada tipe kain ini sendiri. Misalnya, pada jenis D300 dibanderol di kisaran 10.000 – 19.000 Rupiah. Sedangkan pada tipe D600 harganya lebih murah yaitu pada range 12.000 – 15.000 per meternya. Pada jenis D420, harganya sangat terjangkau yaitu 12.000 saja per meter.

Pada dinnir dengan ketebalan yang lebih tinggi, yaitu D1682, kisaran harga mulai dari 15.000 – 31.000 Rupiah. Sedangkan untuk tipe D1680, range harga dimulai dari 17.000 sampai 35.000 karena memang merupakan yang paling baik kualitasnya untuk digunakan membuat tas ransel luar ruang.

Macam-macam harga ini juga sangat tergantung pada ketersediaan produk. Produk-produk yang jumlahnya sedikit di pasaran cenderung akan menjadi lebih mahal. Tetapi jangan khawatir, harga kain dinnir umumnya stabil karena pasokannya cukup banyak. Permintaan yang tinggi untuk membuat tas membuatnya selalu ada di pasaran.

Jenis Tas yang Cocok

Jika dilihat dari karakteristik bahan dinnir, ada beberapa produk tas yang dapat dihasilkan dari material ini. Ragam jenis kain ini nyatanya dapat menghasilkan tak hanya tas ransel namun juga tas lainnya. Pengetahuan ini akan membantu para produsen menyesuaikan bahan baku dengan kebutuhan produk. Berikut ini penjelasannya:

1. Tas Ransel

Produk yang bisa dan cocok dihasilkan dari tipe D300 adalah tas-tas yang memerlukan kekuatan skala menengah. Ransel bisa diproduksi dengan bahan ini namun tentu bukan yang diperuntukkan untuk kegiatan luar ruang seperti hiking, camping, serta kegiatan alam lainnya. Ransel sehari-hari seperti untuk ke sekolah atau ke kantor dapat diproduksi dari bahan ini.

Kemudian, tas-tas seperti selempang dan pouch juga cocok memakai material ini. Alasannya adalah karena D300 seratnya kecil serta tidak mudah kusut. Durability-nya juga cukup tinggi sehingga pouch atau dompet harian bisa dihasilkan dari D300.

2. Tas Merchandise atau Goodie Bag

Material ini cenderung lebih tipis dan mudah sobek namun tetap mampu menahan air. Maka, ini sangat cocok untuk memproduksi tas merchandise atau goodie bag serta tas kosmetik. Sekarang, penggunaan bahan ini sangat marak seiring dengan semangat mengurangi pemakaian plastik. Kemudian, ini juga bisa dipakai membuat tas promosi.

3. Tas Peralatan

Jenis dinnir ini berpori-pori besar namun tidak mudah kusut. Kekuatannya cukup baik sehingga dapat dipakai memproduksi tas ransel kelas menengah. Kemudian bisa juga dipakai sebagai bahan baku tas alat musik, fitness bag, travel bag, serta bisa juga untuk tas promosi.

Pada jenis 600 DK, selain untuk memproduksi tas, bisa juga untuk sebagai bahan baku payung taman. DK berarti menggunakan campuran kulit. Ketebalan dan kekuatannya bagus sehingga cocok diaplikasikan pada produk-produk tas luar ruang.

4. Travel Bag atau Carrier

Dinnir dengan ketebalan diatas 1000 paling baik untuk membuat tas ransel yang kuat. Selain itu juga untuk memproduksi tas-tas kokoh seperti carrier atau travel bag tebal. Water resistance dan durability yang tinggi mendukung kebutuhan ini. Selain itu, tas kosmetik dan dompet tebal untuk kegiatan luar ruang bisa memakai bahan ini.

5. Tas Ransel Outdoor

Ini adalah bahan yang paling baik untuk dipergunakan membuat tas ransel luar ruang. Daya tahannya sangat baik sehingga bisa menahan beban yang berat. Selain ransel, tas jinjing juga bisa dibuat dari varian ini. Ketahanannya terhadap air juga sangat baik sehingga tas-tas yang dihasilkan benar-benar mampu menahan gempuran air.

Pada D1680 double, kekuatan dan ketebalannya nyaris sempurna. Teksturnya tidak kasar, lembut, halus, serta kenyal. Jadi, tas bisa fleksibel berdiri, ditekuk, dan mampu mengikuti gerak tubuh dengan baik. Orang yang menggunakannya akan merasa nyaman karena tas tidak akan mengganggu pergerakan tubuh.

Perawatan Tas Bahan Dinnir

Ada alasan tersendiri mengapa bahan ini cenderung dipakai membuat tas, baik itu ransel sehari-hari, ransel luar ruang, tas selempang, tas jinjing, serta tas make up. Alasannya yaitu karena perawatannya mudah. Tas ini tidak mudah ditembus air karena adanya lapisan pelindung yang cenderung membuat air tergelincir.

Permukaan ini juga membuat noda yang menempel umumnya mudah dibersihkan. Noda ringan bisa dibersihkan dengan lap microfiber yang direndam air hangat kemudian dicampur sabun berbahan dasar alami. Proses membersihkan dan merawat tidak sulit dan cocok untuk tas-tas luar ruang.

Namun, tetap perlu diperhatikan tindakan pencegahan agar tas berbahan dinnir tidak mudah rusak atau sobek. Cara yang pertama yaitu dengan menjaga bentuknya tetap baik, bisa berdiri tegak, dan tidak miring. Yaitu dengan tidak memasukkan barang terlalu banyak walaupun tas akan tetap bisa menahannya. Tapi, berat berlebihan bisa membuat jalinan benang-benangnya lepas.

Kedua, hati-hati terhadap noda yang ditimbulkan dari pulpen atau spidol. Umumnya, jika terkena kedua tinta ini akan sangat sulit dihilangkan. Kemudian, karakteristik bahan dinnir jenis D420 yang tipis harus dirawat dengan lebih hati-hati. Jangan sampai tergores permukaan yang tajam karena mudah sekali sobek.

Kesimpulan

Kesimpulannya, karakter bahan dinnir adalah kuat, tebal, kokoh, dan tahan terhadap air dan wrinkle. Walaupun pada tipe yang tipis, tingkat kekuatan lebih rendah, namun ketahanan terhadap air tidak menurun. Bahan ini cocok untuk membuat tas ransel, travel bag, tas instrument musik, fitness bag, pouch make up, tas ponsel serta selempang. Semoga artikel dari konveksitas.net ini bermanfaat.