Kenali Bahan Croco Adalah, Kelebihan, dan Harganya

Kenali Bahan Croco Adalah, Kelebihan, dan Harganya

Bahan croco adalah kain yang dibuat dengan tampilan menyerupai kulit buaya. Jenis dan peminatnya banyak. Yuk kenali karakter dan kelebihannya!

Croco merupakan sebutan pendek untuk crocodile yang berarti buaya. Sesuai dengan namanya, tas berbahan croco memiliki motif yang tampak seperti kulit buaya.

Dengan kata lain, material ini tidak menggunakan kulit buaya asli. Dia dibuat sedemikian rupa agar menyerupai kulit buaya saja.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai kain croco, kami akan mengulasnya dalam artikel ini. Selamat menyimak.

Bahan croco adalah

Bahan croco merupakan kain kulit sintetis yang memiliki motif buaya, mulai dari tampilan permukaan hingga teksturnya. Kain ini bisa dibuat dari berbagai macam pilihan bahan sintetis. Namun, yang paling sering dijumpai di pasaran adalah taiga, PU leather, dan vinyl.

Bahan croco adalah

Karena bahan utamanya adalah kulit sintetis, maka karakteristik dari bahannya juga akan mengikuti bahan dasarnya. Termasuk kelebihan dan cara perawatannya.

Sebagai informasi, karakter umum dari bahan croco adalah:

  • Dari luar, tasnya akan tampak seperti kulit buaya.
  • Saat diraba, akan ada tekstur yang berbeda menyerupai kulitnya crocodile.
  • Perawatannya mengikuti bahan kulit sintetis pembentuknya.
  • Umumnya dibuat glossy sehingga terlihat mewah.
  • Harga produknya umumnya murah karena sintetis alias imitasi.

Selain karakter umum di atas, Anda juga perlu tahu kelebihan dari bahan ini.

Kelebihan bahan croco

Kelebihan bahan croco

Setelah mengetahui karakteristiknya, Anda perlu tahu kelebihan menggunakan material bermotif crocodile ini. Adapun kelebihan bahan croco adalah:

1. Seolah memakai tas branded

Keunggulan pertama yang dimiliki oleh material ini adalah Anda bisa tampil fashionable seperti sedang memakai tas branded.

Hal ini karena crocodile menjadi salah satu hewan buas yang kulitnya cukup sering dipilih oleh merek-merek terkenal untuk membuat produk. Bahkan, ada banyak tas impor yang berbahan kulit asli dari buaya. Misalnya hermes.

2. Terlihat mewah

Dengan memakai tas bermotif crocodile, Anda bisa berpenampilan mewah dan elegan. Meskipun memang produknya imitasi dan hanya tampilan luarnya yang mirip, orang awam tetap akan kesulitan membedakannya dengan yang asli.

Jadi tidak ada masalah selama tasnya terlihat kece dan dapat menyempurnakan penampilan.

3. Harga tas croco terjangkau

Menariknya lagi, untuk bisa tampil mewah Anda tidak perlu mengeluarkan dana yang besar. Yakni antara 20 ribuan sampai ratusan ribu saja.

Hal ini karena kain croco dibuat dari kulit sintetis, bukan yang asli. Sehingga harga produknya juga mengikuti harga bahan pembentuk dasar dari tas tersebut. Apakah vinyl atau PU leather.

4. Sudah tersedia beragam pilihan tas

Ketersediaan tas berbahan kulit buaya imitasi sudah cukup banyak di Indonesia. Di antaranya adalah tas selempang, clutch, pouch, hingga dompet. Dari bag berukuran kecil hingga besar, semuanya sudah ada.

Ragam tas ini memungkinkan Anda untuk bebas memilih produk mana yang mau dibeli disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya fashion.

5. Lebih ramah lingkungan

Dengan memakai bahan sintetis, Anda berarti turut menjaga lingkungan dengan tidak menyakiti dan mengeksploitasi hewan.

Perbedaan vinyl dan PU croco

Sudah dijelaskan di atas bahwa kulit sintetis yang dipakai untuk membuat motif crocodile ada banyak. Namun, ada dua yang sering terlihat di pasaran, yaitu vinyl dan PU leather. Lantas, apakah perbedaan di antara kedua bahan tersebut?

1. Daya tahan

Selama bertahun-tahun vinil memiliki daya tahan yang lebih bagus dan lama dibanding poliuretan atau PU. Pasalnya, seiring berjalannya waktu PU biasanya rentan lembap sehingga mudah mengelupas atau rusak.

Sebaliknya, vinil tidak rentan terhadap kelembapan dan air. Barang yang ditaruh di dalam tasnya pun akan lebih aman. Vinil dengan lapisan atas yang pas akan memberikan banyak keunggulan kepada pemakainya.

2. Perawatan atau kebersihan

Perawatan adalah satu hal penting yang perlu diketahui oleh semua pemilik tas. Terlebih saat musim pandemi yang mengharuskan semua barang steril dan terdesinfeksi dengan baik.

Pada dasarnya, keduanya memiliki proses perawatan yang mudah. Namun, ketahanannya terhadap produk-produk kebersihan berbeda.

Di sini, vinil dinilai lebih tahan terhadap produk-produk seperti pemutih hingga amonia kuartener. Sebaliknya, poliuretan dinilai lebih rentan terhadap produk-produk desinfektan.

Akibatnya, jika sampai terkena bahan tersebut dia bisa mudah rusak, mengelupas, bahkan rapuh.

Dari pembahasan tentang bahan croco adalah di atas, penting kiranya untuk Anda menemukan kain terbaik pembuat tas. Sayangnya, tidak semua bisa mendapatkannya. Maka dari itu, kami, konveksi tas Bandung hadir untuk memberikan layanan terbaik untuk Anda.