Pengertian Bahan Dinir Adalah, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan

Pengertian Bahan Dinir Adalah, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan

Apa itu dinier Bahan dinir adalah

Bahan dinir adalah salah satu material yang cukup recommended dalam pembuatan tas. Mari kenali definisi, contoh, kelebihan, dan kekurangannya untuk memudahkan Anda dalam memilih produk terbaik.

Dinir atau kadang ditulis dinier atau dinnir merupakan salah satu bahan yang cukup sering dipakai dalam pembuatan tas. Karakternya yang kuat serta harganya yang terjangkau menjadi alasan mengapa bahan ini sangat dikenal.

Perlu diketahui bahwa dinnir terbagi ke dalam beberapa jenis. Masing-masing jenis memiliki ciri dan ketahanannya sendiri.

Pada kesempatan ini, kami akan memberikan ulasan mengenai pengertian hingga kelebihan dan kekurangan bahannya. Selamat menyimak sampai selesai.

Apa itu dinier? Bahan dinir adalah

Bahan dinir adalah salah satu jenis kain yang masih termasuk dalam tipe polyester. Produk ini mudah ditemukan di pasaran karena tingkat permintaan dan pemakaiannya yang tinggi.

Apa itu dinier Bahan dinir adalah

Ada banyak alasan yang menyebabkan produk ini begitu diminati masyarakat, baik oleh produsen tas maupun end-user. Di antara alasannya adalah jenis bahannya yang beragam dengan harga yang terjangkau.

Artinya, baik produsen maupun konsumen end-user bisa membeli bahan yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka secara lebih leluasa.

Terlebih lagi, pilihan warna tasnya juga sangat beragam sehingga memudahkan produsen dalam membuat produk yang beragam untuk para konsumennya.

Saat dipakai untuk membuat tas pun kain berbahan dasar polyester ini juga memiliki karakter yang kuat. Bahkan, bahannya sering kali dipakai untuk membuat ransel atau backpack.

Sebagai informasi, pembagian jenis material dinier ini ditulis dengan kode D diikuti angka tertentu, yakni D 300, D 1682, D 420, D 1680 double, D 1680 single, D 600, dan yang lainnya.

Masing-masing jenis punya karakter yang sedikit berbeda dengan jenis lainnya. Namun, untuk mempermudah perbedaannya, Anda bisa melihat angka di belakang huruf D-nya. Semakin tinggi angka yang dicantumkan, maka semakin kuat dan tahan lama pula kainnya.

Pemakaian jenis kain tersebut umumnya juga berbeda. D 300 misalnya, dikenal tipis sehingga lebih cocok dipakai untuk tas kosmetik atau pouch. Jenis ini umumnya tidak digunakan dalam pembuatan ransel meski ada yang memakainya khusus pada ransel-ransel tipis.

Contoh tas bahan dinir

Untuk memperdalam pengetahuan tentang bahan dinir, berikut ini rangkuman contoh tas bahan dinir untuk Anda:

Dinir Soft (D 300)

D 300 merupakan salah satu jenis yang cukup sering dijumpai di pasaran. Jenis bahan ini umumnya disebut Dinir Soft. Pemakaiannya adalah untuk membuat tas model selempang, goodie bag, travel bag, hingga ransel tipis.

Contoh tas bahan dinir - Dinir Soft (D 300)

Cirinya adalah berserat kecil, tahan lama, dan susah dirobek.

Dinir D 1682

Sesuai dengan angkanya yang besar, dinir satu ini punya ketebalan yang cukup baik sehingga terkenal sangat tahan lama. Karena ketebalan tersebut, material ini bisa menghasilkan tas yang sangat kokoh dan kuat.

Terlebih lagi, terdapat lapisan anti air pada bahannya. Hal ini membuat tas yang dihasilkan pun bisa lebih tahan terhadap air sehingga menjadi nilai tambah tersendiri.

D 1682 ini merupakan material yang sering digunakan untuk membuat ransel atau tas-tas sejenis yang cenderung membutuhkan kekuatan karena dipakai untuk membawa banyak barang dan ketahanan terhadap air karena dipakai di luar ruangan (outdoor).

Dinir D 420

Selain cukup tebal, D 420 ini juga dikenal anti air. Contoh tas yang dibuat dari D 420 adalah goodie bag, tas kosmetik, hingga tas merchandise.

Meski tergolong cukup tebal, D 420 tidak banyak digunakan untuk ransel karena kainnya tidak bisa menopang banyak barang. Kecuali memang butuh ransel berbahan tipis dengan bahan terjangkau, Anda baru bisa memakai dinier satu ini.

Dinier D 600

Ini adalah salah satu jenis kain dinier yang mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan, Anda bisa mendapatkannya langsung secara online di beberapa marketplace.

D 600 merupakan contoh bahan dinir yang dipakai untuk membuat produk kelas menengah seperti tas untuk instrumen musik, travel bag, ransel, hingga fitness bag.

Kualitas tas ini setara dengan harganya yang terjangkau sehingga banyak yang menyukainya. Bahkan, banyak orang yang kini memakai D 600 untuk membuat tas promosi.

Jenis lainnya

Selain beberapa jenis material di atas, Anda bisa menggunakan:

  • D 1680 untuk ransel hingga tas jinjing karena karakternya yang kaku dan kuat.
  • D 1050 untuk membuat koper.

Atau, Anda bisa menggunakan jenis lainnya sesuai dengan karakteristik materialnya.

Kelebihan dan kekurangan tas bahan dinir

Kelebihan dan kekurangan tas bahan dinir

Untuk mendapatkan tas terbaik, silakan cek beberapa kelebihan dan kelemahan dari material dinier dalam pembuatan tas di bawah ini:

Kelebihan bahan dinir

Berikut ini beberapa keunggulan material dinier dalam pembuatan tas:

  • Mudah dijumpai di pasaran.
  • Jenisnya beragam.
  • Harga bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.
  • Pilihan warnanya banyak sehingga bisa disesuaikan dengan selera fashion masing-masing orang.
  • Kualitasnya tergolong baik bahkan ada yang disertai dengan fitur anti air.

Selain kelebihan di atas, masih ada beberapa hal lain yang membuat bahan dinier ini diminati banyak orang dan recommended untuk Anda pilih.

Kekurangan bahan dinir untuk membuat tas

Material ini terbilang minim kekurangan. Namun, karena jenisnya banyak, terkadang pembeli justru bingung dalam memilihnya.

Untuk itu, sebagai pembeli Anda harus pintar-pintar dalam memilih produk tasnya. Hanya dengan begitu, Anda bisa mendapatkan jenis dan kualitas tas yang sesuai berikut harganya yang pas.

Untuk memastikan bahan dinir adalah yang terbaik, silakan hubungi konveksi tas Bandung. Kami akan memberikan bahan terbaik dengan jahitan kuat dan rapi sehingga menghasilkan kualitas tas yang jempolan.

Bagikan:

Related Post

0 tanggapan untuk “Pengertian Bahan Dinir Adalah, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan”